Yonif 611/Awang Long (Awl) Samarinda menggelar latihan pertempuran kota untuk mengantisipasi terjadinya ancaman dan gangguan terhadap Ibu Kota Negara.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda -– Penunjukan Provinsi Kalimantan Timur sebagai ibu kota Negara, juga turut dipersiapkan untuk pengamanan dari ancaman musuh dari luar. Untuk itu, sebagai pasukan pemukul di wilayah Samarinda Yonif 611/Awang Long (Awl) menggelar latihan pertempuran kota untuk mengantisipasi terjadinya ancaman dan gangguan.

Latihan pertempuran kota ini digelar di Perum Citra Grand Senyiur City Jalan Moeis Hasan, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, pada , Sabtu, (2/11).

Komandan Yonif Infanteri (Danyonif) 611/Awang Long, Letkol Inf Arfan Affandi mengatakan dengan latihan ini diharapkan setiap prajurit akan mampu menghadapi segala rintangan dan situasi pertempuran kota yang berbeda taktik dan strategi dengan pertempuran terbuka.

“Pertempuran kota tentu sangat berbeda dengan pertempuran di medan terbuka. Untuk itu, sebagai pasukan pemukul, Yonif 611/Awang Long harus siap gerak dalam situasi dan kondisi apapun sesuai dengan perintah yang diberikan oleh komando atas,” jelasnya.

Menurutnya, rencana pemindahan ibu kota negara ke Kaltim tentu membawa konsekuensi akan pengamanan yang lebih ketat, lebih baik dan efektif. Sehingga, seluruh personel Yonif 611 Awang Long, harus terus dilatih taktis pertempurannya.

“Kami akan terus berlatih dan melakukan evaluasi terhadap latihan pertempuran kota ini. Sehingga situasi sesulit apapun jika terjadi ancaman kita akan selalu siap,” tegasnya.
Latihan pertempuran kota ini melibatkan 50 personel tim pembebasan sandera dan sekitar 100 anggota lainnya terlibat dalam dukungan peralatan, seperti pengerahan kendaraan tempur jenis Anoa.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here