Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com , Balikpapan – Pemenuhan kebutuhan penduduk di ibu kota negara nantinya tidaklah perlu mengimpor karena Provinsi Kaltim dan beberapa provinsi tetangga diyakini akan mampu memasok segala kebutuhan pangan tersebut.

“Kita ingin membuat sejarah. Ibu kota Negara nantinya tanpa impor pangan. Memenuhi sendiri kebutuhannya. Kita sudah petakan. Misalnya saja Kabupaten Berau merupakan penghasil jagung dan bawang merah, Kutai Barat memasok padi dan bawang merah, Paser memasok padi dan cabai,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam acara focus group discussion (FGD) bersama sejumlah pemangku kepentingan di Kaltim dalam rangka strategi pemenuhan kebutuhan warga ibu kota Negara, di Balikpapan, Sabtu (31/8).

Lanjut menteri, disamping Kaltim sudah mampu memassok kebutuhan sendiri, ada juga provinsi tetangga yang turut membantu produksi pangan, Dimisalnya, Provinsi Kalimantan Utara akan dapat memasok padi, cabai dan jagung. Sementara Kalimantan Selatan dapat memasok padi.

Begitupun dengan provinsi-provinsi lain di Kalimantan akan dapat turut berperan dalam pemenuhan kebutuhan warga ibu kota kelak. Untuk itu Kementerian Pertanian turut menggenjot produktivitas sentra-sentra pangan di Pulau Kalimantan dalam tiga tahun ke depan.

Sementara itu, kepala Dinas pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, H Ibrahim mengatakan mekanisasi pertanian yang sudah dicanangkan beberapa tahun lalu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pangan di Kaltim.

“Kalaupun kurang, kita biasanya dipasok dari provinsi tetangga. Namun karena pindahnya ibu kota Negara masih empat-lima tahun lagi, maka kita upayakan membangun sejumlah sentra pangan di kabupaten,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here