Video yang menggambarkan Jembatan Mahakam ditabrak ponton pembawa batu bara, sempat membuat heboh warga Samarinda, karena jembatan ini sangat vital menghubungkan antara Samarinda kota dengan Samarinda Seberang.

Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Jagat sosial media di Samarinda dihebohkan dengan beredarnya dua video yang beredar di dua media sosial. Satu video yang beredar di Facebook dalam grup Busam (Bubuhan Samarinda) menggambarkan jika Jembatan Mahakam Kota I telah ditabrak oleh ponton pengangkut batu bara. Sedangkan video kedua dikabarkan seorang bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke dalam Sungai Mahakam, yang beredar di jagat Whatsapp.

Atas keresahan ini Polsek Kawasan Pelabuhan, Polres Samarinda langsung bergerak mengecek kebenaran pesan video yang beredar pada Minggu sore (14/7) ini. Dari hasil giat ini, dipastikan jika berita yang beredar tersebut adalah hoaks.

Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda mengirimkan seorang anggota Interkam dan dua orang anggota Shabara. Kapolsek KP Samarinda AKP Aldi Alfa Faroqi mengatakan jika video yang beredar adalh hoax dan tidak ada kejadian kapal pengangkut batu bara yang menabrak Jembatan Mahakam.

“Kejadian video viral ponton menabrak Jemabtan Mahakam tidak lah benar karena kejadian dalam video tersebut adalah kejadian tanggal 30 Juni 2019 lalu, ” tegasnya Minggu malam sekiatar pukul 19.00 Wita.

Sementara video viral kedua yang menayangkan seolah-olah ada orang yang bunuh diri dengan cara terjun ke Sungai Mahakam dari kapal wisata Pesut Etam yang memang memiliki rute menyusuri Sungai Mahakam, juga dipastikan adalah warta bohong atau hoaks.

“(Video) orang tenggelam di Sungai Mahakam juga tidak benar. Kejadian sebenarnya adalah memang benar seseorang yang tidak lain adalah kru kapal Pesut Etam, sengaja menceburkan diri ke sungai untuk menangkap ikan yang saat itu sedang “mabuk” karena air sungai dalam keadaan bangai.

Air bangai adalah kondisi dimana air sungai dalam keadaan mengandung sedikit kadar oksigen, sehingga banyak ikan-ikan di sungai Mahakam, muncul ke permukaan dalam keadaan “mabuk” kekurangan oksigen.

Warga Samarinda biasa menangkap ikan-ikan yang muncul kepermukaan ini dengan alat seadanya, bahkan ada yang menagkap dengan tangan kosong.

“Atas kejadian ini kami berharap warga tidak panik dan tidak perlu takut untuk melintas di atas Jembatan Mahakam, karena video yang beredar memang tidak terjadi,” tegasnya.

Hingga malam pukul 20.00 Wita, video-video hoakz tersebut masih beredar di beebrapa grup WA, namun karena adanya penjelasan dari pihak kepolisian, maka sebagian masyarakat dapat memahaminya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here