Warga Ambon memilih mengungsi setelah daerah mereka diguncang gempa beruntun pada Kamis siang.

Oleh: Nurcholis / Yuliawan A

Poskaltim.com, Ambon – Getaran gempa bumi secara beruntun yang terjadi di kota Ambon, pada Kamis siang (10/10), menimbulkan kepanikan dan ketakutan di masyarakat. Sebagian besar warga memilih mengungsikan diri ke daerah pegunungan di sekitar ibu kota provinsi Maluku tersebut.

“Meski pun BMKG menyebutkan tidak berpotensi terjadi gelombang pasang atau tsunami tetapi kami tidak mau mengambil risiko sehingga terpaksa mencari tempat yang lebih tinggi untuk berlindung,” kata Ny. Coni, salah satu warga di Ambon, Kamis (10/10) dikutip Antara.

Pemantauan di lapangan, melaporkan, ribuan warga dengan menggunakan kendaraan bermotor maupun berjalan kaki menuju kawasan Kudamati dan Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, untuk menyelamatkan diri karena daerahnya tergolong tinggi.

Guncangan hebat ini membuat masyarakat yang sementara mengurus KTP atau Kartu Keluarga di Kantor Disdukcapil Kota Ambon lari berhamburan ke halaman terbuka.

Kondisi serupa juga dilakukan para jaksa dan pegawai Kejaksaan Negeri Ambon yang lari berhamburan meninggalkan ruangan mereka karena khawatir ada tembok yang roboh.

Ratusan siswa-siswi SMP Negeri 6 Ambon di kawasan tanah tinggi langsung berjalan kaki menuju kawasan Belakang Soya bersama sejumlah guru mereka sambil menelpon keluarganya untuk memberitahukan lokasi mereka berlindung.

Serangkaian gempa beruntun tersebut dipicu gempa bermagnitudo 5,2 pada pukul 13.39.44 WIT dan berpusat di 3,57 Lintang Selatan (LS) dan dan 128,26 Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 Km arah Timur Laut Kota Ambon, pada kedalaman 10 km.

Suasana kepanikan akibat diguncang gempa beruntun membuat warga tidak sabar dan saling berebutan untuk mencapai wilayah tinggi, sehingga menimbulkan kemacetan arus lalu lintas di hampir semua wilayah pusat Kota Ambon.

Beberapa orang ibu, terlihat berjalan terburu-buru sambil menangis karena mengkhawatirkan anak-anak mereka yang sedang bersekolah maupun kuliah.

“Saya tadi pagi sudah melarang anak saya untuk tidak ke kampus dulu di kawasan Poka, Kecamatan Teluk Ambon, menyusul gempa tadi pagi, tetapi dia tetap memaksakan diri untuk pergi. Sekarang kondisi panik begini saya sulit menghubungi anak saya,” ujar Ny. Betty.

Gempa beruntun tersebut membuat warga yang sedang beraktivitas di kantor maupun siswa sekolah berlarian ke luar dan memilih menyelamatkan diri masing-masing ke lokasi aman.

“Beta (saya) deng (dengan) tamang-tamang (teman-teman) mengungsi ke Kudamati dulu. Nanti setelah suasana aman baru pulang ke rumah,” kata Michael, siswa SMP Negeri 19 Talake, Kecamatan Nusaniwe.

BMKG mencatat hingga Kamis siang pukul 14.05 WIT terjadi delapan aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=4,6. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here