Oleh: Achmad Syaiful / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jayapura – Ratusan warga Papua meminta perlindungan ke Mapolres Boven Digoel terkait dugaan penyerangan yang terjadi di perbatasan Boven Digul, Asmat dan Yahukimo. Dugaan penyerangan kepada warga tersebut terjadi di kawasan pendulangan emas Mining 1, Distrik Seredaya, Ahad (31/8).

Sebanyak 288 pekerja tambang emas tradisional mengaku diserang sekelompok warga terkait aktivitas pendulangan. Dari 288 pendulang emas itu, tiga di antaranya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit daerah setempat akibat luka-luka yang dialami.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menuturkan, Kapolres setempat tengah berupaya mengidentifikasi asal-usul para pendulang. “Masih memintai keterangan tentang permasalahan yang sedang terjadi,” katanya.

Kamal menyebut, para pendulang ini berasal dari beberapa lokasi pendulangan. Ketika mereka dapat informasi ada kelompok yang melakukan penyerangan di salah satu area pendulangan, mereka langsung mengamankan diri dengan menggunakan spead boat melewati jalur sungai.

Polres Yahukimo telah melakukan pemanggilan terhadap pemilik tambang juga perwakilan paguyuban. Sementara aparat gabungan Polri dan TNI telah digeser ke lokasi kejadian untuk mengecek kabar penyerangan serta pembunuhan lima pendulang emas.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here