Oleh: Achmad Syaiful

Poskaltim.com, Jayapura – Aktivitas perekonomian dan aktivitas masyarakat di Kota Jayapura masih lumpuh total pasca rusuh aksi unjuk rasa ribuan massa di halaman Kantor Gubernur Papua, Dok II Jayapura sejak Kamis.

Berdasarkan pantauan, Jumat (30/8) pagi, situasi Jayapura masih mencekam. Hal ini menyusul bermalamnya sebagian pengunjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Papua. Ditambah lagi jaringan komunikasi yang terputus sejak Kamis sore.

Masyarakat nusantara dari berbagai suku (non Papua) turut emosi lantaran mobil, sepeda motor, rumah hingga tempat usahanyan dibakar pengunjuk rasa yang rusuh. Mereka pun bersiaga di kawasan Hamadi hingga Entrop, Distrik Jayapura Selatan, sejak Kamis malam.

Diperkirakan seribuan massa nusantara berkumpul di kawasan Jayapura Selatan. Rata-rata mereka mempersenjata diri dengan menggunakan senjata tajam, besi maupun kayu yang dapat digunakan untuk melakukan perlawanan.

Masyarakat nusantara pun memblokade ruas Jalan Hamadi – Kelapa Dua Entrop, Distrik Jayapura Selatan. Aksi ini sebagai bentuk perlawanan terhadap massa pengunjuk rasa yang anarkis.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letnan Kolonel Cpl Eko Daryanto saat ditemui Jumat (30/8) menyebutkan, situasi di Kota Jayapura belum sepenuhnya dibilang kondusif. Namun, aparat keamanan akan terus berupaya memberikan rasa aman.

“Aktivitas masyarakat belum sepenuhnya normal, tapi tadi ada orang tua yang mengantar anaknya sekolah,” kata Eko.
Soal sektor ekonomi, Eko melihat belum adanya aktivitas di Jayapura. “Pasar masih tutup, mungkin karena masih pagi atau nanti kita lihat jam-jam aktvitas masyarakat,” ujarnya.

Dia berharap aktivitas masyarakat di Jayapura segera berjalan normal, meskipun masih ada kekhawatiran dari masyarakat akibat trauma anarkis pengunjuk rasa. “Masyarakat masih trauma, mudah-mudahan cepat normal,” harapnya.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here