Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Bau tidak sedap disaat musim kemarau membuat warga yang bermukim di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) merasa tidak nyaman. Terutama pada siang hari, bau.yang berasal dari air sungai yang menghitam semakin merebak karena kondisi surut dan kotor.

Warga pun merasa terganggu karena aroma tidak sedap yang begitu menyengat. Bahkan hingga masuk ke dalam rumah. Padahal warga sudah mengurangi bau dengan menyemprotkan pengharum ruangan, namun hal ini tidak berguna dan bau tetap tidak sedap sepanjang hari.

“Sudah kami kasih pewangi ruangan. Sampai parfum baju juga tidak mempan. Baunya ini mengganggu sekali, apalagi kalau pas kita lagi makan, baunya bikin makanan jadi tidak enak,” ungkap Arifin warga yang bermukim di Jalan Jelawat, kepada Poskaltim.com Jumat (16/8).

Walaupun airnya menghitam, warga masih ada saja yang menggunakan air ini untuk mandi. Namun karena menimbulkan gatal-gatal akhirnya warga berhenti memanfaatkan air yang berasal dari SKM ini. Padahal sungai ini merupakan sumber air yang bisa dipakai sehari-harinya untuk mandi, cuci dan kakus (MCK), manakala air sedang pasang.

Himbauan untuk tidak membuang sampah ke dalam sungai pun sudah digalakan oleh Kecamatan Samarinda Ilir. Bahkan pengawasannya juga cukup ketat. Namun karena sebelumnya air ini melewati daerah Pasar Segiri, maka sampah pasar yang dibuang pedagang terbawa ke muara sungai dan menimbulkan bau tidak sedap di sepanjang SKM.

“Kami menghimbau agar warga selalu menjaga kebersihan sungai. Terutama dengan tidak membuang sampah langsung ke SKM. Kita harus menjaga bersama-sama agar kebersihan sungai tetap terjaga,” ujar Camat Samarinda Ilir, Ramdani.

Ia berharap, agar bantaran SKM ini dijaga semua pihak, termasuk masyarakat. Karena aliran air ini tidak hanya mengalir di kawasan kecamatannya saja. Melainkan juga di empat kecamatan lainnya di Samarinda, sehingga kebersihan sungai ini menjadi tanggung jawab bersama.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here