Pertamina Depot Pengisian Pesawat Udara (DDPU) Sepingan pelatihan daur ulang keras bekas menjadi kertas seni dan ditingkatkan kembali nilai jualnya

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Pertamina Depot Pengisian Pesawat Udara (DDPU) Sepinggan, bekerjasama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Balikpapan menandatangani nota kesepahaman atas program CSR (Coorporate Social Responsibility) Kreasi Berdaya Warga Lapas (Kredawala).

Acara tersebut dihadiri oleh Immanuel Kornelius Silaen, Operation Head DPPU Sepinggan dan Imam Setya, Kepala Lapas Klas II A Kota Balikpapan, pada Rabu (23/5).

Kerjasama ini sebagai salah satu dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar yang berkelanjutan dengan pengaplikasian program CSR Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kota Balikpapan, PT Pertamina (Persero) DPPU Sepinggan.

Selain itu program ini dilakukan guna meningkatkan kapasitas kemampuan kreativitas Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dikaitkan dengan kepedulian lingkungan.

“Lapas Klas II A Balikpapan dipilih sebagai target program ini karena wilayahnya dekat dengan wilayah kerja kami di DPPU Sepinggan, sehingga kami merasa perlu berbagi kepada teman-teman penghuni Lapas melalui program ini,” ujar Immanuel Kornelius Silaen.

Kegiatan awal yang dilaksanakan adalah dengan mengadakan pelatihan daur ulang kertas bekas menjadi kertas seni dan ditingkatkan kembali nilai jualnya menjadi produk kerajinan tangan seperti tempat tisu, pigura foto, cover buku catatan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kegiatan pelatihan ini akan berlangsung selama dua hari bertempat di Lapas klas II A Balikpapan. Untuk sementara pelatihan akan diberikan kepada 15 penghuni lapas yang sudah ditentukan oleh pihak Lapas.

Pengembangan lain dari hasil kertas daur ulang dapat dibuat menjadi puzzle edukasi untuk anak-anak PAUD dan TK/SD dari kertas daur ulang yang pendistribusiannya dapat dikerjasamakan dengan Pemerintah Kota Balikpapan.

Program ini juga memiliki kaitan erat dengan Pertamina karena dapat mengurangi limbah padat non B3 khususnya kertas bekas yang dihasilkan di lingkungan kerja Pertamina. Oleh karenanya, kertas bekas yang biasanya dibuang begitu saja, melalui program ini dapat diberi nilai tambah menjadi produk kerajinan.

Sementara itu, Kepala Lapas Klas II A Balikpapan Imam Setya mengatakan, dirinya mengapresiasi bentuk CSR yang diberikan Pertamina terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kedepannya program ini tidak hanya ditujukan kepada belasan orang saja, tetapi siapa saja yang membutuhkan untuk kemajuan sumber daya manusianya.

“Semoga dengan kerjasama ini, bisa membantu meningkatkan kapasitas penghuni lapas. Harapannya tidak hanya 15 orang saja, tetapi berlanjut ke ratusan orang lainnya, tentunya dengan seleksi terlebih dahulu. Kami yakin dan optimis bahwa kegiatan ini akan bermanfaat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada saat keluar dan beraktivitas kembali bersama masyarakat luas, karena telah memiliki keterampilan unik, kreatif dan produk yang dihasilkan memiliki nilai daya jual,” ujarnya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here