RS Islam yang hingga kini dihentikan operasionalnya karena adanya sengketa antara Pemprov Kaltim dan pihak yayasan. Warga berharap RS ini dapat kembali beroperasi.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Rumah Sakit Islam yang hingga saat ini masih belum beroperasi karena persengketaan antara Pemprov Kaltim dan pihak yayasan, sangat disesalkan oleh warga Samarinda yang bermukim di sekitarnya.

Warga sekitar, terutama warga yang berada di kawasan Kecamatan Sambutan dan Samarinda Ilir menyatakan kesulitan apabila mereka sakit dan dalam keadaan darurat.

“RS Islam ini juga diharapkan warga kalau sakit, karena di wilayah Sambutan dan sekitarnya, tidak ada satupun rumah sakit, sehingga ketika warga membutuhkan pengobatan segera, banyak warga yang akhirnya tidak tertolong dan meninggal dalam perjalanan,” ujar Bahrun pada Poskaltim, Jumat sore (26/7).

Hamidah salah seorang warga Jalan Sultan Sulaiman, juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya Pemerintah Provinsi Kaltim terkesan pemberi harapan palsu, karena warga sudah lama menunggu janji Gubernur untuk kembali mengoperasikan RS Islam, namun belum juga terlaksana.

“Harapan palsu saja itu gubernur, lamanya sudah berbulan-bulan, tidak juga itu rumah sakit beroperasi lagi. Kami berharap semoga pak Isran (Gubernur Kaltim Isran Noor) bisa melihat kondisi warga, kan warga juga butuh pelayanan kesehatan yang cepat,” ujarnya.

Rumah Sakit Islam Samarinda ini tadinya beroperasi maksimal melayani masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat dan perawatan medis lainnya.

Sejak bersengketa dengan pihak yayasan, rumah sakit yang telah beroperasi sejak tahun 1970-an ini, dihentikan operasionalnya pada tahun 2018. Gubernur Kaltim Isran Noor pernah berjanji jika RS Islam ini dapat difungsikan kembali dalam waktu dekat. Namun, hingga lebih dari enam bulan dirinya menjadi Gubernur Kaltim, belum ada tanda-tanda rumah sakit ini akan beroperasi kembali.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here