Wakil Gubernru Kaltim, Hadi Mulyadi

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Polemik salam lintas agama terus meluas. Salam lintas agama yang mengucapkan salam untuk semua agama, ditanggapi santai oleh Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi.

Menurutnya, salam lintas agama dipakai untuk menghormati penganut agama lain disaat sebuah acara dilaksanakan. Tujuannya, untuk menghormati penganut agama lain dalam bingkai NKRI.

“Kalau saya (sifatnya) situasional aja. Kalau saya kan sebagai kepala daerah saya (harus) mengayomi semua agama. Kalau saya berada di kalangan umat Hindu, misalnya, saya akan ucapkan salam mereka. Saya berprinsip itu hanya sekadar menghormati saja,” ucapnya, usai membuka acara penyelamatan badak kalimantan, Kamis siang (14/11),

Hadi Mulyadi yang terpilih sebagai Wakil Gubernur Kaltim saat berpasangan dengan Isran Noor, dengan perahu Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menyatakan salam lintas agama dipakai sebagai perekat dan saling menghormati, (saat tinggal) bersama di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Tidaklah (dengan salam lintas agama) kita meyakini keyakinan mereka. Ndak lah. Itu kan masing-masing kita kan. Saya menghormati orang Kristen, Katolik , Hindu, Budha dan lainnya, menghormati saja. Bahwa dalam beragama ada aturan-aturan, itu sah-sah saja. Jadi begitu, tidak ada masalah. Jangan dibesar-besarkan. Nanti malah merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, Hamri Haz yang mengatakan melarang salam lintas agama tersebut. MUI Kaltim, ujarnya sepakat dengan MUI Pusat yang melarang salam lintas agama ketika membuka satu acara.
“Saya tegas mendukung itu (larangan salam lintas agama). Kami akan segera menggelar rapat internal mengenai hal tersebut,” ucapnya, saat dihubungi Kamis (14/11).

Hamti menjelaskan jika pelarangan salam lintas agama ini digulirkan oleh MUI Jawa Timur dan dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MUI di Mataram, Nusa Tenggara Barat, awal November lalu.

“Kami tegaskan sekali lagi mendukung langkah tersebut. Tidak ada tendensius apapun melainkan mengenai ibadah,” tegasnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here