Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi.

Oleh: Yuliawan Andrianto

Indonesiainside.com, Samarinda – Munculnya wabah virus Corona atau Covid 19 telah menumbuhkan kesadaran dunia akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri.

“Kita lihat saat ini kampanye tentang pentingnya mencuci tangan khususnya sebelum makan terus digalakkan. Padahal, sejak lama kegiatan mencuci tangan ini sudah menjadi anjuran baik orang tua, guru hingga oleh anjuran agama. Apalagi, jika membasuh anggota badan ketika berwudhu, tentu akan semakin bersih dan terhindar dari berbagai penyakit,” ujar Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, saat penyerahan Sertifikat Halal kepada 101 industri kecil dan menengah di Kaltim-Kaltara, pada Rabu (4/3).

Menurut Hadi, munculnya wabah virus Corona di seluruh dunia, dapat dijadikan momentum bagi Indonesia yang merupakan penganut agama Islam terbesar dunia untuk menyuarakan pentingnya makanan halal dan baik dalam prosesnya (toyibban).

Masyarakat dunia, ujar Hadi, khususnya negara-negara muslim, sangat peduli dengan sertifikasi halal ini khususnya untuk bahan pangan yang mereka konsumsi. Warga dunia beranggapan jika sesuatu berasal dari bahan yang halal, maka akan diyakini akan lebih sehat ketimbang produk non halal.

“Makanya wisatawan timur tengah lebih memilih Malaysia sebagai tujuan wisata mereka ketimbang Indonesia. Karena makanan dan jasa bersertifikasi halal di Malaysia lebih banyak daripada Indonesia. Ini merupakan tantangan bagi kita semua,” tegasnya.

Selain wabah virus Corona, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi juga menyoroti soal kondisi kekerdian tubuh (stunting). Menurutnya, factor orang tua tidak pandai dalam menata gizi dan menu sehat. Begitupun peran guru di sekolah, juga tidak pernah mengajarkan tentang pentingnya mengkonsumsi gizi yang seimbang pada anak-anak.

“Belum lagi serbuan makanan siap saji yang ada dimana-mana menjadi salah satu sebab banyaknya kasus kekerdilan (stunting) di Indonesia masih tinggi,” ujarnya.

Untuk itu Hadi Mulyadi mengimbau kepada seluruh industri kecil dan menengah tidak saja kelompok makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetik saja yang harus halal, tetapi produk halal juga harus dimulai dalam industri jasa. Misalnya perhotelan, pariwisata dan rumah potong hewan.

“Dengan mewabahnya virus Corona, kita tidak boleh lemah. Justru ini semangat untuk kita menjaga kesehatan diri, termasuk apa yang kita makan untuk tidak saja halal bahannya tetapi juga harus baik dalam proses pengolahannya,” ucapnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here