Penemuan mayat manusia di dalam sebuah truk container menyebabkan Vietnam dan Inggris terus menelisik kejadian ini. Penemuan 39 mayat itu diketahui sebagai pekerja ilegal dari Vietnam.

Oleh : Ore Kantari / Yuliawan A

Poskaltim.com, HANOI –Penemuan mayat manusia di dalam sebuah truk container menyebabkan Vietnam dan Inggris terus menelisik kejadian ini. Penemuan 39 mayat itu diketahui sebagai pekerja ilegal dari Vietnam.

Rentetan dari peristiwa itu, Pemerintah Vietnam menangkap delapan orang. Mereka disebutnya sebagai tersangka pelaku penyelundupan manusia (human trafficking) yang beroperasi secara terorganisir.

“Ini insiden yang menyakitkan, kecelakaan kemanusiaan,” ujar direktur polisi Provinsi Nghe An, Nguyen Huu Cau.

Dia mengatakan itu dalam video yang diputar media Tuoi Tre milik pemerintah. Komentarnya itu dilaporkan AFP, Senin (4/11/2019).

Sedang menurut Kantor berita resmi Vietnam, para tersangka yang ditangkap itu adalah tersangka yang mengorganisir orang untuk pergi ke luar negeri dan tinggal di luar negeri secara ilegal.
Seperti diketahui, mayat-mayat itu ditemukan dalam truk berpendingin yang berisi delapan perempuan dan 31 laki-laki. Truk itu berada di sebuah taman industri di Essex, sebelah timur London.

Melihat kulit dan wajahnya, semula polisi Inggris menganggap mereka adalah warga negara China.
Namun yang datang kemudian adalah keluarga Vietnam. Mereka bilang khawatir dengan kerabatnya yang berada dalam truk.

Para korban itu berasal dari dua provinsi di Vietnam tengah, termasuk provinsi Nghe An. Dan dari daerah ini pula delapan orang ditangkap, ungkap polisi, Senin (4/11).

Menurut polisi, di kota-kota terpencil Vietnam tengah memang marak penyalur tenaga kerja. Mereka menjanjikan kerja di Eropa, melakukan migrasi ilegal.

Ini dibenarkan oleh keluarga mereka yang hilang. Keluarga ini pada AFP mengatakan, bahwa anak-anak mereka pergi ke luar negeri untuk mencari pekerjaan. Mereka menuju Inggris untuk bekerja, dan berharap mendapat uang banyak untuk dikirim ke keluarganya.

Seorang sopir truk berpendingin yang berasal dari Irlandia Utara ditangkap pada hari Rabu (23/10). Dia didakwa melakukan pembunuhan, dan konspirasi membantu imigran melanggar hukum.
Sedang di Dublin, seorang Irlandia Utara sedang menjalani proses ekstradisi ke Inggris dalam kaitan peristiwa ini.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here