Veronika Koman

Oleh: Rudi Hasan / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta –, Veronica Koman, tersangka kasus provokasi mahasiswa Papua di Surabaya menanggapi tudingan atas dirinya yang mengatakan jika ia telah dikriminalisasi terkait status tersangka yan ditujukan padanya.

Melalui pernyataan tertulis yang diunggah di media sosialnya, hari ini, Veronica menuding polisi melakukan abuse of power dan berlebihan dalam menuduhnya. “Dalam upayanya mengkriminalisasi saya, baik dalam caranya maupun dalam melebih-lebihkan fakta yang ada,” kata Veronica, Ahad (15/9).

Menurut dia, penetapan status tersangka oleh polisi memang sudah terjadi, namun dia selama ini enggan menanggapi. Veronica beranggapan, jika dia ikut menanggapi status hukumnya, itu berarti menjadi keberhasilan polisi untuk mengalihkan isu dari permasalahan yang terjadi di Papua.

Veronica mengatakan, kriminalisasi terhadap dirinya adalah satu dari sekian banyak kriminalisasi lain yang dialami banyam orang Papua. “Kriminalisasi dan intimidasi besar-besaran yang sedang dialami orang Papua saat ini,” ujar dia.

Menurut dia, suara masyarakat Papua memang sejatinya tak didengar oleh Pemerintah Indonesia. Karena pemerintah pusat memang tak bisa menyelesaikan permasalahan di Papua. Akhirnya, segala protes dan tuntutan untuk membenahi Papua, diterima untuk kemudian dilupakan.

Merujuk pada penetapan tersangka terhadapnya, Veronica menyebut polisi hanya menjadikannya kambing hitam. Dengan melakukan kriminalisasi padanya, perempuan itu melihat negera memang lebih suka melipatgandakan propaganda daripada menyelesaikan permasalahan yang sesungguhnya.

Menurut Veronica, cara tersebut lebih efektif daripada mengusut pelanggaran HAM di Papua dan segala permasalahan lain di sana. “Ketika tidak mampu dan tidak mau mengusut pelanggaran atau kejahatan HAM yang ada, maka seranglah saja si penyampai pesan itu,” ujarnya. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here