Polisi telah menjerat Veronica dengan pasal berlapis, yakni UU ITE KUHP Pasal 160 KUHP, kemudian UU Nomor 1 Tahun 1946 dan UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Suku, Etnis dan Ras.

Oleh: Azhar AP / Yuliawan A

Poskaltim.com, Surabaya – Air susu dibalas air tuba. Pepatah ini cocok disematkan kepada Veronica Koman, tersangka kasus penyebaran berita bohong dan provoksai isu-isu tentang Papua. Veronica seharusnya bertindak kooperatif karena mendapat beasiswa dari negara. Menurut polisi, dia disekolahkan untuk mengambil S2 bidang hukum. Namun, Veronica malah terus berkicau di media sosial dengan konten-konten mengenai Papua.

Saat ini, Polda Jatim sudah berhasil melacak dua nomor rekening Veronica Koman baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. Polisi bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Imigrasi terkait masalah hukum Veronica.

“Kami sudah bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Imigrasi terkait dengan rekening tersebut, karena yang bersangkutan mendapat beasiswa dari negara kita dan sekolah mengambil S2 bidang hukum,” kata Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Polisi Luki Hermawan saat konferensi pers di Mapolda Jatim, Sabtu (7/9).

Selain itu, Polda Jatim juga menjalin kerja sama dengan Tim Siber Bareskrim Mabes Polri dan berkoordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk sesegera mungkin memulangkan Veronica Koman.

“Karena tersangka ini (Veronica Koman) menjadi target utama di Jatim bisa mengungkap terkait kasus yang ada di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya,” katanya.

Polisi telah menjerat Veronica dengan pasal berlapis, yakni UU ITE KUHP Pasal 160 KUHP, kemudian UU Nomor 1 Tahun 1946 dan UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Suku, Etnis dan Ras.

Polda Jatim juga meminta bantuan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi mencekal dan mencabut paspor tersangka Veronica Koman. Veronica dijerat kasus penyebaran kabar bohong dan provokasi di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya.

“Kami sudah membuat surat untuk bantuan pencekalan dan pencabutan paspor tersangka atas nama Veronica Koman,” ujar Kapolda Jatim.

Polisi telah melayangkan surat pemanggilan kepada tersangka atas nama Veronica Koman. Dua alamat Veronica berada di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Namun, saat ini dia berada di luar negeri.

Polda Jatim juga bekerja sama Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Mabes Polri guna mengonfirmasi keberadaan kuasa hukum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang diduga saat ini berada di salah satu negara tetangga Indonesia.

“Veronica sekarang tinggal dengan suaminya di negara itu. Suaminya merupakan warga negara asing yang juga penggiat LSM (lembaga swadaya masyarakat),” katanya.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here