Ustadz Hasan Basri Presiden Persaudaraan Muslim Internasional (PPMI)

Oleh: Indrawati / Yuliawan A

Poskaltim, Makassar — Video viral yang memperlihatkan aparat kepolisian masuk ke dalam masjid dengan sepatu lars yang masih dikenakan dan memukul mahasiswa saat demonstasi di Gedung DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) direspon oleh ulama Makassar.

“Bersama tim pengacara, kita akan laporkan aparat tersebut. Kita akan menunggu satu pekan kedepan. Jika tidak ada panggilan dari Kapolda terhadap aparat itu, maka ulama akan turun langsung,” kata Ustadz Hasan Basri Presiden Persaudaraan Muslim Internasional (PPMI), Ustadz Hasan Basri Rahman saat dihubungi via telepon, Rabu (25/9).

Bagi Ustadz Hasan, tindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian bisa melahirkan gelombang kemarahan ummat Islam. Sehingga, kasus seperti ini harus diusut tuntas sebab telah melecehkan tempat ibadah ummat Islam.

Ia menjelaskan, dalam menjalankan tugas aparat dibatasi oleh Standar Operasional Prosedur (SOP) seperti kapan harus menggunakan pentungan, bukan dengan cara menyerang secara membabi buta.
Terlebih, kata Pimpinan Pondok Pesantren Ukhuwah Muslimin tersebut, aparat juga menyerang para pekerja media yang sedang bertugas. Ia menegaskan, di negara Indonesia tidak boleh ada yang otoriter.

“Tindakan itu bisa mematikan demokrasi. Wartawan adalah kontrol sosial di tengah masyarakat. Jadi seharusnya, pihak jurnalis juga ikut melaporkan aparat yang sudah menyerangnya. Ulama akan membantu jika diperlukan. Mari kita berjuang di wilayah masing-masing,” tegasnya.

Selain mengecam tindakan tersebut, Ustad Hasan berpendapat jika demonstrasi yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa bertujuan untuk kepentingan masyarakat kecil.

“Lakukan apa yang kalian anggap baik. Suarakan sampai aturan yang ada itu berlaku adil bagi masyarakat kecil. Karena saat ini mahasiswa menjadi benteng satu-satunya. Kita dukung full mahasiswa,” ucapnya. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here