Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara turut memberikan pendapat soal viralnya video ceramah yang disampaikan Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam beberapa hari terakhir.

Oleh: Daniel P / Yuliawan A

Poskaltim.com, Medan – Video berisi kajian agama Islam di salah satu masjid di Kota Pekanbaru, Riau, tiga tahun lalu mendadak viral setelah disebar ulang oleh sejumlah orang di media sosial. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara turut memberikan pendapat soal viralnya video ceramah yang disampaikan Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam beberapa hari terakhir.

Wakil Ketua MUI Sumut, Maratua Simanjuntak menuturkan, konten dalam video yang berujung pada laporan polisi terhadap UAS itu sesungguhnya tidak ada masalah. “Semua ulama telah sepakat bahwa isi ceramah itu tidak bermasalah. Salib itu dibahas dalam pandangan ulama sebagai ulama Muslim. Umat Islam. Tentu ada perbedaan dengan umat Kristiani,” kata dia di Medan, Kamis (22/8).

Menurut Maratua, yang semestinya diminta untuk meminta maaf dalam kasus ini justru adalah penyebar ulang video itu ke publik. Pasalnya, akibat tindakan mereka, suasana kerukunan beragama di Indonesia menjadi keruh. Padahal, sudah jelas ceramah UAS ketika itu disampaikan hanya untuk kalangan sendiri, yaitu umat Islam.

“Untuk apa dia sebar ulang video yang sudah tiga tahun lalu itu? Ini ada indikasi pencemaran nama baik terhadap ulama, terutama terhadap Ustaz Somad,” tuturnya.

Maratua juga mengkritisi sejumlah pihak yang memviralkan surat pengaduan terhadap UAS, beberapa waktu lalu. Menurut dia, para pelapor yang sengaja memviralkan surat pengaduan itu justru menciderai asas praduga tak bersalah dalam proses hukum.

“Lagi pula, sebagai ulama dan warga negara yang baik, Ustaz Somad juga sudah memberi klarifikasi,” ucapnya.(YAN/INI Network).
.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here