Uni Eropa mendesak Iran agar tidak lagi melakukan pengayaan uranium yang melanggar kesepakatan pengendalian senjata nuklir, yang disepakati pada 2015.

Oleh: Nurcholis / Yuliawan A

Poskaltim.com , Jakarta – Uni Eropa mendesak Iran agar tidak lagi melakukan pengayaan uranium yang melanggar kesepakatan pengendalian senjata nuklir, yang disepakati pada 2015.

“Kami terus mendesak Iran agar tidak mengambil langkah lebih lanjut yang merusak kesepakatan nuklir. Kami meminta Iran untuk
menghentikan dan membatalkan semua aktivitas yang tidak sejalan dengan JCPOA, termasuk produksi uranium,” kata juru bicara Uni Eropa kepada awak media. Ia mengacu kepada nama resmi kesepakatan tersebut, Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), pada Selasa (9/7).

Iran mengaku akan meningkatkan pengayaan uranium miliknya dalam beberapa jam di atas batas yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir, merupakan sebuah langkah yang dapat diartikan kembalinya semua sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Badan Energi Atom Internasional mengatakan para inspekturnya memverifikasi pada Senin (8/9) bahwa Iran telah melampaui batas pengayaan 3,67 persen yang ditetapkan dalam perjanjian tersebut.

Batas pengayaan uranium itu bertujuan untuk membatasi kemampuan Teheran untuk mengembangkan senjata nuklir dengan imbalan mencabut sanksi.

Laporan PBB tidak merinci seberapa besar Iran sudah melampaui batas pengayaan, tetapi Associated Press mengutip juru bicara Organisasi Energi Atom Iran, Senin, yang mengatakan Teheran telah memperkaya uranium dengan kemurnian “sekitar 4,5 persen”. Iran sebelumnya mengatakan dapat memperkaya uranium hingga 20 persen karena mundur dari komitmennya berdasarkan perjanjian nuklir.

Pengayaan uranium hingga lima persen sudah cukup untuk menghasilkan bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, tetapi masih jauh di bawah 90 persen yang dibutuhkan untuk membangun senjata nuklir.

Presiden AS Donald Trump menarik Amerika Serikat dari perjanjian nuklir tahun lalu dan menjatuhkan sanksi keras terhadap Iran. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here