Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bebas dari dosa. Tetapi, sebaik-baiknya pendosa itu adalah mereka yang mau bertobatKarena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam selalu mengingatkan umatnya untuk tidak membuka aib saudaranya.

Oleh: Herry M Joesoef

Poskaltim.com, Jakarta – Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bebas dari dosa. Tetapi, sebaik-baiknya pendosa itu adalah mereka yang mau bertobat. Dan orang-Orang yang berdosa itu berpotensi untuk bertobat. Karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam selalu mengingatkan umatnya untuk tidak membuka aib saudaranya.

Adalah Sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma menarasikan, bahwa Rasulullah bersabda, “Wahai orang-orang yang masuk Islam dengan lisannya dan keimanan belum masuk ke dalam hatinya, jangan kalian menganggu kaum muslimin, jangan kalian menjelek-njelekannya, dan jangan kalian mencari kesalahan mereka; sesungguhnya barangsiapa yang mencari kesalahan seorang muslim maka Allah akan mencari kesalahannya, dan barangsiapa yang dicari kesalahannya oleh Allah maka Dia akan mempermalukannya walau ia berada di dalam rumahnya.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Aib adalah sesuatu yang mesti ditutupi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Siapa yang menutupi aib saudaranya, Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat, dan siapa mengumbar aib saudaranya, maka Allah akan mengumbar aibnya hingga terbukalah kejelekannya di dalam rumahnya.”(HR. Imam Ibnu Majah)

Di jaman Nabi, seusai shalat Ashar di masjid Quba, seorang sahabat mengundang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersama rombongan singgah ke rumahnya. Si tuan rumah telah menyiapkan hidangan berupa daging unta panggang. Sewaktu makan bersama, tiba-tiba tercium bau tak sedap. Rupanya ada yang bocor, seseorang membuang anginya. Para tamu saling menoleh. Meski tidak berkomentar, raut wajah Rasul sedikit berubah.

Ketika waktu shalat maghrib hampir tiba, sebelum masuk masjid, Rasul bersabda, “Siapa yang makan daging unta, hendaklah ia berwudhu.” Perintah ini diikuti oleh para sahabat. Dengan semua orang yang makan daging unta tadi berwudhu, maka aib orang yang buang angin tadi, tertutupi.

Bayangkan, ika Rasul tidak menyuruh semua orang berwudhu, maka aib orang yang buang angin itu akan terungkap. Bisa jadi akan menimbulkan fitnah dan keonaran, bila yang berwudhu hanya dua atau tiga orang. Satu sama lain akan saling menuding, dan seterusnya. Aib itu akan membuat malu si empunya bila diketahui oleh orang lain. Apalagi jika digembar-gemborkan. Itulah adab Islami, menjaga nama baik seseorang.

Karena itu, tutupilah aib saudaramu, jangan di umbar, agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menutup aibmu. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here