Oleh: Yuliawan Andrianto

Poskaltim.com, Jakarta — PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang merupakan operator Wilayah Kerja (WK) Mahakam, mendapatkan Terima Sertifikasi ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

Sektor migas yang begitu komplek, sangat rawan dalam penyuapan dan berbagai bentuk korupsi. Dengan memperoleh sertifikat ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dari lembaga sertifikasi internasional TUV Nord Indonesia, pada 14 Februari 2020.

Direktur Utama PHM, Eko Agus Sardjono, mengatakan sangat gembira dengan diperolehnya sertifikasi ISO 37001 untuk PHM ini.

“Dengan sertifikat ISO 37001 kita mendapatkan berbagai landasan bertindak bagi karyawan dan seluruh mitra kerja perusahaan agar terhindar dari tindak pidana korupsi maupun penyuapan.

“Sertifikasi ISO 37001 SMAP merupakan wujud kepatuhan dalam menjalankan bisnis yang profesional, sekaligus melengkapi program kepatuhan yang selama ini telah dijalankan,” kata Eko Agus.

Upaya PHM untuk mendapatkan sertifikasi ini juga tidak mudah, apalagi merupakan bentuk pelaksanaan Surat Edaran Kementerian BUMN No SE-2/MBU/07/2019 dan Surat SKK MIGAS No.0989/SKKMA0000/2018/S0 yang mengimbau semua BUMN pada umumnya, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada khususnya, untuk mengambil langkah-langkah anti penyuapan.

ISO 37001 mengenai SMAP adalah standar yang menjadi panduan bagi organisasi publik, swasta dan nirlaba untuk mengambil langkah-langkah preventif guna mencegah, mendeteksi, maupun mengatasi penyuapan yang mungkin terjadi di lingkungan perusahaan. Sistem ini dapat berdiri sendiri atau dapat diintegrasikan ke dalam sistem manajemen secara keseluruhan.

“Dalam proses untuk mendapatkan Sertifikasi ISO 37001 ini manajemen PHM membentuk tim FKAP (Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan) pada tanggal 31 Juli 2019. Tim ini terdiri dari beberapa fungsi, yaitu: Ethics & Compliance, Human Resources, Contract & Procurement, Communication, dan Finance. Tim ini bertugas untuk memperkuat komitmen PHM terhadap etika dan program kepatuhan melalui penerapan kebijakan dan prosedur yang tepat, pelatihan, dan komunikasi,” jelasnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here