Jalan tol yang menghubungkann Balikpapan-Samarinda ini akan dapat digunakan pada 2019

Oleh : Muhammad Riski

Poskaltim.com, Samarinda — Jalan tol yang menghubungkan Balikpapan-Samarinda saat ini sudah mencapai progres penyelesaian hingga 70 persen, sehingga dipastikan belum dapat digunakan untuk mudik lebaran 2019.

Gubernur Kaltim Isran Noor memastikan jalan tol ini belum dapat digunakan untuk saat ini. Keterangan ini membantah anggapan kabar masyarakat yang mengatakan jalan tol ini sebagian dapat digunakan untuk jalur mudik.

“Jalan tol ini tidak akan dibuka walaupun sebagian, karena memang masih belum selesai dan bisa membahayakan bagi warga yang melintas. Kecuali panjangnya seperti di Jawa baru dibuka,” ucap Isran Noor kepada awak media di Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (01/5).

Jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) ini sebelumnya juga sudah di konfirmasi oleh Refly Tangkere selaku Kepala Badan Pengelola Jalan Nasional (BPJN) 12 Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) kepada awak media mengenai kondisi jalan tol saat ini.

“Kondisi jalan tol saat ini pengerjaannya dari sisi Samarinda sudah cukup baik, namun masih ada kendala disisi Balikpapan, terutama untuk kasus lahan yang masih menunggu putusan pengadilan,” ucapnya.

Gubernur Kaltim Isran Noor membantah rumor yang mengatakan dibukanya sebagian ruas jalan tol untuk mudik lebaran 2019
Diakuinya, penyelesaian ganti rugi lahan kepada masyarakat kerap berhadapan dengan adanya masalah lahan yang tumpang tindih, baik kepemilikan maupun status lahan. Secara kewilayahan, pembebasan lahan di sisi Kota Samarinda dan Kutai Kartanegara sudah rampung. Menyisakan sisi Kota Balikpapan.

“Kami lakukan percepatan sambil tangani masalah non teknis. Itu (pembebasan lahan) juga akibat keperluan justifikasi teknis, jadi bukan keperluan badan jalan tol. Sedang diselesaikan, sebagian besar sudah konsinyasi. Secara administrasi sudah 96 persen, tapi karena proses konsinyasi agak sulit, sehingga saat ini kami menunggu keputusan pengadilan saja,” ucap Refly.

Dijelaskan titik terberat pada jalan tol ini adalah konstruksi dan administrasi penyelesaian konsinyasi ada di sisi Balikpapan, karena mendekati kota.

Secara persuasi, Refly mengatakan bahwa Pemerintah Kota Balikpapan sudah membantu melakukan pendekatan dan komunikasi kepada masyarakat.

Untuk itu, ia mengaku masih optimis jalan tol pertama di Pulau Kalimantan ini akan rampung pada akhir 2019 mendatang. “Secara konstruksi optimis 2019 selesai. Tapi operasional, mungkin menyusul,” tuturnya.(RSK/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here