Diizinkannya Traveloka dan Tokopedia dalan penyelenggaraan umrah, mengancam sekitar 1.016 perusahaan agen travel yang telah menjadi pemain lama.


Oleh: Suandri Ansah / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Akhirnya pemerintah memperbolehkan dua unicorn yakni Tokopedia dan Taveloka untuk turut serta dalam bisnis penyelenggaraan umrah. Dengan diizinkannya dua unicorn besar ini dikhawatirkan dapat mengancam 1.016 perusahaan agen travel yang telah menjadi pemain lama.

Syarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) secara tegas menolak keterlibatan dua unicorn Indonesia, Traveloka dan Tokopedia ikut nimbrung dalam bisnis penyelenggaraan umrah. SAPUHI menilai keduanya bisa diindikasikan akan melakukan kapitalisasi dan merugikan jamaah.

“Jika setiap perusahaan memiliki 10 karyawan, dan atau 100 agen maka bisa dipastikan ratusan ribu orang karyawan Perusahaan terancam terdisrupsi jika bisnis Umroh dibuka terhadap Traveloka dan Tokopedia,” ujar Ketua Umum DPP SAPUHI, Syam Resfiadi, saat dihubungi Indonesiainside.id, Rabu (17/6).

Syam menilai bisnis umrah memang menggirukan. Karenanya tak heran jika bisnis ini jadi incaran banyak pihak, termasuk dua unicorn itu. Syam menjelaskan, dari sekitar 1 juta jamaah yang berangkat umrah setiap tahun bisa didapat perputaran dana sekitar Rp20 triliun dengan asumsi prorate per jamaah Rp20 juta rupiah. Angka ini tentu bisa lebih besar jika prorate per jamaah sekitar Rp30-35 juta.

Syam menambahkan, dana perputaran itu bisa menghidupi sekitar 1.016 perusahaan yang sudah mempunyai izin umrah. Menurutnya, kehadiran Traveloka dan Tokopedia dalam bisnis ini bisa mengancam penghidupan perusahaan umrah yang sudah ada.

Sebelumnya, Indonesia-Arab Saudi telah meneken MoU Ekonomi Digital pada Kamis (5/7) kemarin yang diwakili Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, dengan Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi, Abdullah Alshawa.

Kedua pemerintahan sepakat memperkuat kerja sama ekonomi digital. Dalam kesempatan ini, Menkominfo juga menjelaskan potensi kerja sama Indonesia-Arab Saudi terutama berkaitan dengan Umroh.

“Pasar umrah merupakan captive market yang potensial, baik untuk Arab Saudi maupun Indonesia. Karena semua umat Muslim akan menunaikan ibadah umrah,” ujar Rudiantara.

Kolaborasi dengan Arab Saudi antara lain mencakup inisiasi pengembangan Umrah Digital Enterprise, yang diyakini mampu menjadi solusi bersama memecahkan masalah utama di seluruh rantai umrah. Dua unicorn Indonesia, Tokopedia dan Traveloka akan mengambil bagian dalam kolaborasi ini sebagai perwakilan industri Indonesia.

“Kami bangga dapat menghadirkan dua unicorn dari Indonesia: Tokopedia dan Traveloka. Saya percaya ini adalah awal dari kolaborasi kita di ekonomi digital untuk mendukung Visi 2030 Arab Saudi dan juga visi Indonesia yang merupakan ekonomi digital terbesar di ASEAN,” imbuh Rudiantara. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here