Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Sebatik — Tentara Nasional Indonesia menggelar kegiatan survey Outstanding Bordery Problem (OBP) di perbatasan darat antara Kecamatan Sebatik, Indonesia dengan Malaysia. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau batas dua negara, dan menganalisa masalah-masalah di lapangan.

Kegiatan yang berlangsung hingga hari ini Jumat (6/9) sejak dua hari lalu dihadiri oleh Direktur Topografi Angkatan Darat Brigadir Jenderal TNI Asep Edi Rosidin, MDA beserta jajaran Jabatan Ukur dan Pemetaan Malaysia (JUPEM) di Desa Aji Kuning, Pulau Sebatik, Provinsi Kalimantan Utara.

Direktur Topografi Angkatan Darat Brigadir Jenderal TNI Asep Edi Rosidin, MDA menuturkan kegiatan resmi ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan OBP (Outstanding Bordery Problem) antara Malaysia dan Indonesia di wilayah Pulau Sebatik, dan diharapkan setelah dibangunya patok perbatasan, satu permasalahan terselesaikan.

“Seperti kita ketahui bahwa OBP ini sudah menjadi masalah lama yang tidak kunjung selesai antara dua Negara. Namun setelah dibangunnya patok baru ini, semua sudah jelas dan permasalahan sudah teratasi,” ungkapnya.

Diharapkan dengan selesainya masalah perbatasan ini, kedua belah negara dapat berkonsentrasi kembali membangun wilayah-wilayah yang sudah menjadi daerah sah negara masing-masing.

Sementara itu, sebagai salah seorang anggota perwakilan Indonesia, Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 600/Modang Mayor Inf Ronald Wahyudi ikut serta dalam peletakan batu pertama pembangunan Patok Perbatasan dan ikut mendampingi kedua belah pihak negara dalam meninjau patok baru tersebut.

Desa Aji Kuning merupakan wilayah daratan Pulau Sebatik, Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Diseberang lautannya adalah Kota Tawau yang menjadi bagian dari Negeri Sabah, Malaysia Timur.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here