Anggota polisi dan TNI dari Satu SSK Yonzipur 17/AD dan Yonkav 13/Satya Lembuswana, membantu membersihkan puing-puing sisa kebakaran.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Penajam – Sebanyak satu SSK (Satuan Setingkat Kompi) Yonzipur 17/AD dan satu SSK Yonkav 13/Satya Lembuswana, diterjunkan ke lokasi bekas kebakaran di dekat pelabuhan penyeberangan Balikpapan-Penajam, untuk membersihkan puing-puing sisa pembakaran massa, yang mengamuk pada Rabu (16/10).

Dandim 0913/PPU Letkol Inf Mahmud memimpin langsung pembersihan ini dibantu personel Kepolisian dari Polres PPU dan warga sekitar sejak Kamis hingga Jumat (18/10) pagi.

Letkol Mahmud mengatakan TNI akan memperbaiki bangunan yang masih bisa direnovasi dan berusaha membantu membangun ulang rumah yang terbakar habis.

Bahkan, sejak kemarin, sejumlah anggota TNI dari Kodam VI/Mulawarman (Mlw) Balikpapan turut membantu pembersihan bekas puing rumah yang terbakar.

“Bangunan-bangunan yang rusak akibat kerusuhan telah kami data dan akan segera diperbaiki kembali baik fasilitas umum seperti sekolah, jalan, maupun bangunan milik warga,” ujarnya.

Sementara itu Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Subiyanto dalam rilisnya yang diterima Poskaltim.com mengatakan seluruh korban jiwa yang terdampak akibat kehilangan tempat tinggal telah ditampung di tempat pengungsian sementara.

Angggota PMI dan BPBD Kabupaten PPU turut membantu warga menuju tempat pengungsian dan membagiakn masker kepada petugas yang berjaga di lapangan.(foto:ist)
Selain kegiatan karya bakti, kata Pangdam, para prajurit tetap disiagakan di tempat-tempat strategis untuk menyekat kemungkinan masuknya masyarakat luar yang dapat menimbulkan konflik baru.

“TNI akan turut berjaga hingga masalah ini benar-benar reda. Kami tidak ingin situasi Kabupaten PPU yang selama ini aman timbul konflik baru,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten PPU bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU turut membantu evakuasi warga terdampak kehilangan tempat tinggal dengan menyiapkan tempat pengungsian.

“Saat ini ungsikan warga ke Wisma PKK Islamic Center, hingga kini kami telah berhasil mengevakuasi sekitar 20 Kepala Keluarga (KK) lebih. membantu pendistribusian makanan kepada korban,” ujar Wakil Bupati PPU, Hamdan, yang juga sebagai Ketua PMI PPU.

Data sementara BPBD Kabupaten PPU mencatat jumlah rumah yang terbakar di RT 06 sebanyak 90 unit yang dihuni 108 Kepala Keluarga atau 324 jiwa. Sementara di RT 07 55 rumah terbakar dihuni oleh 85 KK dan 387 jiwa. Berikut yang turut terbakar adalah satu bangunan sekolah madrasah, satu loket tiket karcis penyeberangan kapal dan 10 unit kios makanan di sekitar pelabuhan.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here