Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan diprediksi mengalami penurunan sebesar 40 persen.

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — PT Angkasa Pura (AP) I Balikpapan memprediksi jumlah pemudik tahun 2019 di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan akan mengalami penurunan sebesar 40 persen.

Penurunan ini juga berdampak pada penerbangan tambahan yang biasanya selalu diajukan. Mahalnya harga tiket dan meningkatnya pelayanan kapal laut menjadi penyebab penurunan ini.

General Manager AP I Balikpapan Farid Indra Nugraha mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, ada penurunan jumlah pengunjung yang masuk ke Balikpapan melalui Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan saat arus mudik 2019. Jumlah penurunan ini mencapai 40 persen dibandingkan tahun 2018 lalu.

“Ya, diprediksi tahun ini dibandingkan tahun lalu ada penurunan jumlah penumpang yang akan datang ke Balikpapan. Penurunan itu sekitar 40 persenan lah ya,” ujarnya pada Rabu (29/5).

Bahkan saat puncak arus mudik yang diperkirakan akan terjadi pada 1 Juni 2019, dipastikan tidak akan berpengaruh di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Farid memastikan, puncak arus mudik di bandara tersebut akan tetap sepi dari pengunjung.

“Di puncaknya, sekitar tanggal 1 Juni itu juga diperkirakan bakal turun dibandingkan tahun 2018, sekitar kurang lebih 40 persen,” terangnya.

General Manager AP I Balikpapan Farid Indra Nugraha
Bukan hanya saat mudik. Penurunan pengunjung Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan juga akan terjadi saat arus balik. Farid menyebutkan, penurunan jumlah pengunjung saat arus balik akan jauh lebih kecil dibandingkan saat mudik.

“Nanti arus baliknya akan lebih slow dibandingkan yang mudik, gitu,” ungkapnya.

Lebih rinci Farid menjelaskan, rata-rata penumpang yang pergi dari Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan per harinya berkisar 7.000 orang. Pun dengan penumpang yang datang ke Balikpapan melalui bandara bertaraf internasional ini, rata-rata per harinya juga 7.000 orang.

“Kalau ditotal, sekitar 14.000 (penumpang pergi dan masuk) tahun 2019. Sedangkan yang tahun 2018 sekitar 20 ribu lebih totalnya,” jelasnya.

Akibat penurunan ini, nyaris semua maskapai penerbangan enggan menambah rute penerbangan saat mudik dan arus balik tahun ini. Namun hanya ada satu maskapai yang akan membuka lagi rute penerbanganya yang sebelumnya telah ditutup.

“Jadi tahun ini hanya ada satu airline, yakni dari Lion Air yang mengoperasikan kembali beberapa rute yang sebelumnya sudah tidak dioperasikan. Jadi kalaupun ada penambahan (rute dari maskapai lain) itu sangat kecil kemungkinannya,” jelasnya.

Lanjut Farid, akibat dari penurunan jumlah pengunjung ini membuat pendapat AP I dari Bandara SAMS berkurang. Penurunan pendapatan ini dilihat dari setoran pajak yang diberikan AP I kepada Pemkot Balikpapan.

Selain itu juga dilihat dari retribusi pendataan dari sektor parkir kendaraan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. “Setoran pajak kami ke Pemkot berkurang, dan pendapatan dari parkir juga kurang,” tambahnya.

Farid menduga ada tiga hal yang menjadi penyebab turunnya pengunjung di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Selain kehadiran Bandara AP Pranoto Samarinda, dia menyebutkan mahalnya harga tiket saat ini dan meningkatnya pelayanan kapal laut menjadi penyebab utama berkurangnya jumlah pengunjung bandara SAMS.

“Sebenarnya, faktor penyebabnya campur ya, ada memang karena kenaikan tarif airline, tapi juga karena dari sisi layanan di luar udara itu. Seperti sekarangkan ada layanan terbaru dari Pelni, maupun angkutan laut yang lainnya,” ucapnya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here