Badak kalimantan yang habitatnya ada di KAbupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu, menjadi asset terakhir yang dimiliki oleh Kaltim. Populasinya diperkirakan hanya tersisa 15 ekor saja.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Keterikatan dan ketergantungan ekosistem antara flora dan fauna, sangatlah erat. Efek domino kerusakan akan terjadi jika ada salah satu rantai flora dan fauna tersebut mengalami kepunahan.

Hal tersebut dikatakan Wakil gubernur Kaltim Hadi Mulyadi saat membuka acara Bimbingan Teknis dan Deklarasi Rencana Aksi Darurat Penyelamatan Populasi Badak Kalimantan, pada hari Badak Sedunia. Dengan tema, Selamatkan Badak Kalimantan dari Kepunahan,” pada Kamis siang di Aula Kesbangpol Linmas, Kantor Gubernur Kaltim, (14/11).

“Kelestarian badak kalimantan menjadi tanggung jawab bersama. Badak pasti ada manfaatnya, hanya saja kita tidak mengetahui (manfaatnya),” ucap Hadi.

Wagub Kaltim berharap, inseminasi buatan yang akan dilakukan oleh tim badak kalimantan di lapangan, dapat berhasil sehingga akan dapat meningkatkan populasi badak di Kaltim yang diperkirakan hanya tersisa 15 saja.

Pembacaan deklarasi oleh Wagub Kaltim Hadi Mulyadi, didampingi oleh Direktur Konservasi Kanekaragaman Hayati, drh Indra Exploitasia, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kaltim, Ir Sunandar Triguna Jasa dan Kepala seksi Pengendalian dan Pengamanan Hutan, Dishut Kaltim, Sahar Al Haqq.
“Saya sangat berbangga, dan sangat mengapresiasi atas kesungguhan dan kerelaan para petugas di lapangan, yang lebih besar resiko kerja daripada honor yang diterima. Jika inseminasi buatan berhasil, akan sangat membanggakan bagi Kaltim. Saya bersedia melihat persalinannya,” ucap Hadi Mulyadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Kaltim yang diwakili oleh Kepala Seksi Pengendalian dan Pengamanan Hutan, Dishut Kaltim, Sahar Al Haqq mengatakan keberadaan badak Kalimantan menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu), yang menjadi habitat badak Kalimantan yang keberadaannya semakin mengkhawatirkan.

“Walau kita bangga akan adanya badak di Kaltim, khususnya di Kubar dan Mahulu, tetapi ada juga kekhawatiran kita karena habitat badak ini tidak aman karena berada di dalam hutan produksi dan mulai bersentuhan dengan masyarakat.

“Populasi badak Kalimantan saat ini kurang dari 15 ekor. Diperkirakan 10 tahun ke depan jika tidak ada upaya penyelamatan dan pelestarian, maka badak Kalimantan akan punah,” tegas Sahar.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini, pada sesi pembukaan juga dilakukan Deklarasi Perlindungan Badak Kalimantan. Pembacaan deklarasi dipimpin oleh Wagub Kaltim Hadi Mulyadi, didampingi oleh Direktur Konservasi Kenekaragaman Hayati, drh Indra Exploitasia, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kaltim, Ir Sunandar Triguna Jasa dan Kepala seksi Pengendalian dan Pengamanan Hutan, Dishut Kaltim, Sahar Al Haqq.(YAN)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here