Terpidana kasus asusila terhadap sembilan anak perempuan di bawah umur, Muhammad Aris, 20 tahun, divonis dikebiri.

Oleh: Rizki Daniarto / Yuliawan A

Poskaltim.com, Mojokerto – Terpidana kasus asusila terhadap sembilan anak perempuan di bawah umur, Muhammad Aris, 20 tahun, divonis dikebiri. Namun dirinya mengaku lebih memilih dihukum mati ketimbang dikebiri. Keinginannya ini muncul usai Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Surabaya memutuskan hukum kebiri baginya.

Warga Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kabupaten Mojokerto ini sebelumnya divonis Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya, hukuman pidana 12 tahun, denda Rp100 juta, dan hukuman tambahan kebiri kimia. Vonis hukuman pidana tertuang dalam Putusan PT Surabaya dengan nomor 695/PID.SUS/2019/PT SBY, tertanggal 18 Juli 2019.

Aris merasa hukuman yang dijalaninya saat ini dengan ditempatkan di sel isolasi Lapas Klas II B Mojokerto sudah setimpal. “Saya lebih baik mati daripada dihukum kebiri kimia,” katanya, Senin (26/8).

Aris mengaku, dirinya tidak akan melakukan upaya hukum lainnya termasuk peninjauan kembali (PK). “Saya siap jalani vonis hakim, asal jangan dikebiri,” tuturnya.

Menurut pengakuannya, tindak asusila yang dilakukannya disebabkan ada keinginan begitu saja yang muncul di benaknya. “Saya merasa feel gitu saja pas lihat. Jadi langsung saya lakukan. Kayak kemasukan setan saya,” katanya dengan kepala tertunduk.

Dia mengaku menyesal atas semua tindakannya. Untuk itu dia memilih menerima hukuman yang diberikan, tetapi tidak dikebiri kimia.
“Saya menyesal atas perbuatan saya, tapi saya menolak jika dihukum kebiri. Walaupun dipaksa, saya tetap menolak. Lebih baik dihukum mati. Dikebiri menderitanya seumur hidup. Atau hanya 20 tahun (penjara), itu juga sudah setimpal atas perbuatannya saya,” katanya.

Aris melakukan aksinya dengan mengiming-imingi korban makanan ringan. Kemudian mengajak korban ke tempat sepi dan langsung melancarkan aksinya.

Dia juga menampik jika telah melakukan pemerkosaan terhadap anak sebanyak sembilan kali. “Seingat saya, hanya dua kali saya melakukan perbuatan itu. Dulu saya mengaku sembilan kali di hadapan penyidik itu saya hanya mengingat-ingat dan masih bingung,” ucapnya.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here