Komisi Pemberantasan Korupsi memberikan informasi jika ada keterlibatan 12 oknum honorer di Dinas ESDM Kaltim yang turut berlain tambang ilegal.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kaltim, Wahyu Widhi Heranata menegaskan,, bahwa pihaknya sudah memutasi 12 orang pegawai honorer di lingkungan kerjanya karena terindikasi terlibat dalam kegiatan penambangan ilegal atau illegal mining.

“Iya benar (kasus nya) Sudah hampir tiga bulan yang lalu. Yang melaporkan adalah KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Kami langsung pindahkan ke bagian lain,” ujarnya ditemui saat berada di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (04/11).

Kadis ESDM ini menjelaskan apa yang dilakukannya (mutasi) sudah sesuai dengan PP 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS. Meskipun peraturan ini bukan untuk honorer, tetapi akan diterapkan, untuk memberikan efek kontrol dan teguran kepada para oknum honorer tersebut.

“Kami kasih teguran dulu. Tapi kalau masih begitu ya kita keluarkan. Karena tingkat legitimasinya honorer itu tidak kuat, dibanding dengan ASN, apalagi dia pegang hal yang sifatnya strategis, tidak boleh. Mereka hanya bantu pekerjaan ASN,” tegasnya.

Wahyu Widhi berkomitmen, menurunkan bahkan menghilangkan keterlibatan pegawai di Dinas ESDM yang dipimpinnya dalam penambangan ilegal atau hal merugikan lainnya. Dengan demikian jangan sampai hal tersebut justru mencoreng sistem yang telah dibangun dengan baik selama ini.

“Jadi 12 orang honorer ini kita pindahkan bidangnya. Kalau masih melanggar aturan akan kita hentikan kontraknya,” tegasnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here