Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mendapatkan data sebanyak 400 kepala desa (kades) berpotensi tersandung kasus hukum dana desa.

Oleh: Rizki Daniarto / Yuliawan A

Poskaltim.com, Surabaya – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mendapatkan data sebanyak sebanyak 400 kepala desa (kades) berpotensi tersandung kasus hukum dana desa. Indikasi tersebut sudah terdeteksi dan sedang diinvestigasi terkait pencairan pertama dana desa di Indonesia pada 2015.

Sebagian besar dari para kades itu berpotensi kena masalah hokum karena kesalahan administrasi. Beberapa diantaranya dilakukan dengan sengaja.

“Aduannya sebenarnya cukup banyak. Yang 400 itu dalam proses investigasi,” kata Sekjen Kemendes PDTT, Anwar Sanusi, usai menyampaikan orasi ilmiah di Universitas dr Soetomo (Unitomo), Rabu (31/7).

Kemendes-PDTT menggandeng kejaksaan dan kepolisian menangani ini dengan serius. Terutama memastikan agar kepala desa yang sengaja menyalahgunakan dana desa diproses secara hukum.

“Program kami sebenarnya hanya mendampingi kepala desa dan perangkat desa yang mengelola dana desa. Tetapi intinya kami sepakat. Kalau memang ada unsur sengaja dan sebagainya, maka silakan diproses secara hukum,” ujarnya.

Sejak 2015, total dana desa yang dianggarkan mencapai Rp257 triliun. Seluruh anggaran itu sudah disalurkan ke 74.950 desa di seluruh Indonesia. Lima tahun ke depan pemerintah berencana meningkatkan anggaran dana desa. Sebanyak Rp400 triliun akan dikucurkan sampai 2024.

“Kalau tidak dikelola dengan baik, akan menyimpan potensi masalah yang sangat besar,” ujarnya.
Salah satu tujuannya turun ke universitas yang ada di Indonesia, termasuk ke Unitomo, adalah untuk mengajak akademisi turut mendampingi pengelolaan dana desa yang sangat besar.

Sejak pertama kali dana desa dicairkan sampai sekarang, Sekjen Kemendes itu mengklaim, setidaknya sudah ada satu juta meter jembatan yang telah dibangun di sejumlah desa di Indonesia. Tidak hanya jembatan, pembangunan jalan desa yang totalnya mencapai 1.100 kilometer, atau setara 18 kali panjang Pulau Jawa. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here