Luas area terbakar di Sumatera Selatan akibat bencana kebakaran hutan dan lahan mencapai 1.675 hektare per Sabtu (24/8) kemarin.

Oleh: Urba Adiwijaya / Yuliawan A

Poskaltim.com, Palembang – Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan membuat prihatin semua pihak. Luas area terbakar di Sumatera Selatan akibat bencana kebakaran hutan dan lahan mencapai 1.675 hektare per Sabtu (24/8) kemarin.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, Ansori mengatakan, besaran luas itu jauh meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Ini karena adanya kebakaran hebat di Muara Medak, Kabupaten Musi Banyuasin sejak Rabu (14/8/2019) yang hingga kini terus meluas,” kata di Palembang, Ahad (25/8)

Ia menuturkan, meluasnya area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut dikarenakan sulitnya akses untuk menjangkau lokasi sehingga pemadaman hanya yang dapat dilakukan melalui udara dengan mengandalkan helikopter waterbombing.

Selain itu, area yang terbakar adalah lahan gambut berkedalaman lebih dari 0,5 meter yang sudah sangat kering karena sudah 35 hari tidak terjadi hujan terhitung hingga Ahad (25/8) ini. Sumber air juga cukup jauh dijangkau, kemudian tiupan angin yang kencang menjadi kendala pemadaman.

“Saat ini empat helikopter telah diturunkan untuk melakukan waterboombing di Musi Banyuasin, serta tiga helikopter di-stanby-kan untuk melakukan pemantauan serta melakukan waterbombing di kabupaten lainnya,” ujar dia.

Selain menerjunkan helikopter dan tim darat yang terdiri atas 400 orang, Satgas Penanggulangan Karhutla Sumsel juga mengerahkan belasan unit alat berat untuk membuat sekat bakar di kawasan Bayung Lincir, Musi Banyuasin. Selain di Musi Banyuasin, beberapa daerah di Sumsel juga masih terdeteksi terjadi karhutla. Salah satunya yakni di Desa Tanjung Seteko, Indralaya atau tepatnya berdekatan dengan Tol Palindra.

Saat ini, tim darat sudah merapat ke lokasi untuk melakukan pemadaman dengan menurunkan dua unit mobil tangki BPBD. Hanya saja, mobil tersebut belum dapat masuk ke lokasi karena tidak ada akses masuk ke tempat karhutla tersebut.
“Satu helikopter kini telah diterjunkan ke wilayah tersebut untuk melakukan waterbombing,” kata dia.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here