Oleh: Arif S / Yuliawan A

Poskaltim.com , Mamuju – Kekeringan juga melanda wilayah Sulawesi Barat. Puluhan hektare tanaman padi di Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dilanda kekeringan. Ini merupakan dampak dari masuknya musim kemarau di Indonesia yang mengakibatkan hujan belum turun selama beberapa bulan terakhir.

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Pertanian, dan Peternakan Kabupaten Mamuju, Alwinuddin, di Mamuju, Kamis (22/8), mengatakan, kekeringan itu membuat petani terancam gagal panen. Ia menambahkan, starategi pemerintah dalam mengatasi kekeringan, salah satunya dengan membangun sistem pompanisasi dan beberapa cara lainnya.

“Pompanisasi merupakan siasat yang dilakukan menghadapi kekeringan agar petani tidak merugi mengembangkan tanaman padi yang dapat merugikan ekonomi daerah,” paparnya. Menurut Alwinuddin, pemerintah segera menurunkan sarana pompanisasi dengan membangun sumur dan mengambil air dari sungai di areal pertanian petani yang mampu mengairi hingga dua sampai tiga hektare sawah.

“Sudah ada beberapa bantuan pompa air yang dibantu pemerintah melalui kolompok tani. Namun kemarau berkepanjangan membuat pompa air tidak mampu mengairi seluruh sawah karena jumlah pompa air yang diperuntukkan bagi petani juga terbatas,” katanya.

Dia menambahkan, terbatasnya pompa air merupakan kendala yang dihadapi pemerintah, sehingga mesti ada anggaran tambahan dari pemerintah pusat untuk program mengantisipasi bencana tahunan ini melalui pengadaan pompanisasi.

Meskipun belum ada laporan kerugian gagal panen petani padi, ujarnya, namun ancaman tetap ada, sehingga pemerintah mesti melakukan antisipasi sejak dini dengan menggunakan pompanisasi.

“Kemarau telah terjadi setiap tahun. Pemerintah berusaha agar persediaan stok pangan masyarakat tetap terjamin,” katanya. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here