Oleh: Suandri Ansah

Indonesiainside.id, Jakarta – Upaya tebar insentif di sektor pariwisata , khususnya untuk menarik turis asing akibat isu virus corona dinilai sia-sia. Sebab, di tengah kepanikan global akibat epidemi, masyarakat akan berpikir dua kali untuk pelesiran.

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira, memandang pemerintah gagap menghapi pandemik corona. Dia menyindir dana Rp72 miliar yang dikeluarkan pemerintah untuk influencer ketimbang anggaran medis.

“Pemerintah lebih mengedepankan keuntungan ekonomi jangka pendek ketimbang mengatasi dampak corona,” ujar dia di Jakarta Selatan, Kamis (5/3).

Kembali ke soal insentif wisata, Bhima menyatakan diskon maskapai domestik untuk mendongkrak pergerakan wisatawan domestik juga tak akan bekerja. Siapa pula yang mau bepergian ketika Presiden Joko Widodo telah mengumumkan kasus corona yang menimpa dua warga Depok, Jawa Barat, awal pekan ini?

“Kalau dengan kondisi itu wisatawan asing malas berkunjung meski tiketnya murah. Takut biaya kesehatan bengkak,” imbuh Bhima.

Dia mengusulkan agar insentif difokuskan pada pengusaha terdampak seperti hotel dan restoran. Misalnya insentif tarif listrik hingga 40 persen.

“Biaya produksi bisa kita mainkan. Jadi sektor wisata ada hotel ada restoran, itu 20 persen biayanya habis untuk utilitas seperti listrik, air, telepon dan sebagainya,” kata Bhima.

“Jadi kalau dikasih diskon saya usulkan 30 sampai 40 persen. Sudah langsung bantu sisi mereka, sehingga efisiensi tidak melompat ke PHK, tapi bisa menekan operasional,” imbuh dia.

Pemerintah juga dapat memberikan kelonggaran fiskal dengan menangguhkan pajak daerah maupun Pajak Penghasilan (PPh) Badan di wilayah yang penurunan wisatwannya signifikan. Termasuk diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

“PPh Badan untuk sektor terdampak itu lebih langsung kena karena sekarang harus dibenahi sisi suplainya,” tuturnya.

Pemerintah telah memutuskan untuk menunda pemberian insentif pariwisata bagi turis asing. Keputusan diambil setelah virus corona masuk ke Indonesia.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, penundaan ini dilakukan untuk meminimalisir risiko sebaran virus. Pemerintah juga tengah membuat satgas yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Kesehatan dalam melihat perkembangan situasi terjadi saat ini. (Aza/ https://indonesiainside.id/ekonomi/2020/03/06/tebar-insentif-di-sektor-pariwisata-dinilai-sia-sia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here