Makna tawakal itu mewakilkan atau menyerahkan. Tawakal kepada Allah, punya makna tauhid: tidak menduakan-Nya. Sepenuhnya diserahkan pada Allah Ta’ala.

Oleh: H. Mohammad / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Makna tawakal itu mewakilkan atau menyerahkan. Tawakal kepada Allah, punya makna tauhid: tidak menduakan-Nya. Sepenuhnya diserahkan pada Allah Ta’ala. Dengan tawakal tersebut, Allah akan memberi jalan keluar, rezeki, dan mencukupkan keperluannya, sebagaimana tersurat dalam surah ath-Thalaaq ayat 2-3:

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan ke luar (bagi semua urusannya). Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (segala keperluan)nya.”

Adalah Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Sallam, pernah bersabda, “Barangsiapa yang ketika hendak keluar rumah membaca: Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi, laa haula wa laa quwwata illa billah (Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya), maka malaikat akan berkata kepadanya: ‘(sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah Ta’ala), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)’, sehingga setan tidak bisa mendekatinya, dan setan yang lain berkata kepada temannya, ‘Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah Ta’ala)’?” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Itulah jaminan Allah Ta’ala, diberi petunjuk, diberi kecukupan, dan dijaga dari godaan setan yang terkutuk. Orang-orang yang tawakal itu akan dijamin rezekinya oleh Allah, sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Seandainya kalian bertawakal pada Allah dengan tawakal yang sebenarnya, maka Dia akan melimpahkan rezeki kepada kalian, sebagaimana Dia melimpahkan rezeki kepada burung yang pergi (mencari makan) di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan al-Hakim)

Karena itu, bertawakkallah pada Allah Ta’ala,agar semua persoalan mendapatkan jalan keluarnya. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here