Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyinggung soal tarif baru ojek online. Dia menilai kebijakan itu bentuk keberpihakan pemerintah pada pengemudi.

Oleh: Rudi Hasan / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyinggung soal tarif baru ojek online. Dia menilai kebijakan itu bentuk keberpihakan pemerintah pada pengemudi. Padahal, penumpang ojek online sudah mulai sepi seiring terus naiknya tarif per kilometernya.

“Sebelumnya kami sudah melakukan di beberapa kota, enggak ada masalah. Kan yang jadi masalah adalah pengguna. Jadi dari evaluasi kamu, praktis tidak ada tentangan yang signifikan,” kata Budi di Jakarta, Selasa, (3/9).

Meski tak ada pertentangan yang berarti, namun pihaknya tetap berhati-hati. Pasalnya, dampak kebijakan itu termasuk masif. Efek dari kenaikan tarif ojek online akan dirasakan masyarakat sekaligus aplikator.

Tingkatkan Aspek Keselamatan Penerbangan, Kemenhub Datangkan Tiga Ahli dari FAA

Budi Karya mengatakan, aplikator ojek online khawatir dengan kenaikan tarif. Mereka mengira hal itu akan menggerus pemakai layanan mereka. “Tapi pada 50 kota pertama itu, tidak ada satu penurunan yang berarti. Jadi sejauh ini mestinya sih akan berjalan baik,” kata Budi.

Dia menyatakan akan selalu berhati-hati dalam menyerap aspirasi semua pihak, termasuk pengemudi dan pengguna. Budi Karya memastikan, sejauh ini implementasi aturan tarif itu berjalan lancar. Menurut dia, jika ada sesuatu yang membuat tak nyaman, pihaknya langsung turun tangan.

“Insya Allah berjalan dengan baik. Aplikator juga udah sepakat dengan apa yang kita kembangkan,” kata dia.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here