, Tantri Syalindri Ichlasari atau yang dikenal dengan Tantri Kotak,didagnosa mengidap penyakit toxoplasmosis. Tantri yang saat ini mengandung buah hatinya yang kedua, harus menerima kenyataan yang kurang menyenangkan.

Oleh: Anisa Tri K / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Vokalis band Kotak, Tantri Syalindri Ichlasari atau yang dikenal dengan Tantri Kotak, didagnosa mengidap penyakit toxoplasmosis. Tantri yang saat ini mengandung buah hatinya yang kedua, harus menerima kenyataan yang kurang menyenangkan.

“Ada yang nemenin cek adek, ada cerita sedikit sebenernya kehamilan saya di awal terdeteksi toxoplashma, yang ga tau google ya. Sempet shock, takut dan sedih. Pengen cerita banyak dalam bentuk video aja sih. Setuju ga aku masukin di vlog,” tulis Tantri Kotak, Rabu (21/8).

Mengutip dari laman alodokter.com, toxoplasmosis adalah infeksi pada manusia yang ditimbulkan oleh parasit protozoa (organisme bersel satu) Toxoplasma gondii (T. gondii). Parasit ini seringkali terdapat pada kotoran kucing atau daging yang belum matang.

Selama ini persepsi yang berkembang di masyarakat bahwa kucing merupakan satu-satunya hewan yang menyebarkan penyakit toxoplasma itu tidak benar. Parasit toxoplasma juga dapat menjangkiti dan terbawa oleh manusia dan hewan lain seperti anjing, kambing, babi, burung dan kelinci.

Toxoplasma adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. pada orang-orang dengan sistem kekekebalan tubuh yang baik, infeksi ini biasanya hanya menyebabkan gejala-gejala yang ringan. Namun, hal ini dapat membahayakan jika menyerang ibu hamil.

Untuk mengetahui apakah seorang ibu hamil terkena infeksi toxoplasma atau tidak, dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah di laboratorium. Bila seseorang terserang parasit ini, antibodi Immunoglobulin M (IgM) dalam darah akan meningkat empat kali lebih tinggi dari pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya, yang menunjukkan bahwa infeksi sudah aktif di dalam tubuh.

Jika orang yang terinfeksi parasit toxoplasma memiliki daya tahan tubuh yang kuat, maka parasit ini dalam kondisi tidak aktif. Namun bila kondisi daya tahan tubuh melemah, infeksi ini akan menjadi aktif. Inilah mengapa seseorang yang telah dinyatakan terinfeksi toxoplasma, belum tentu menunjukkan gejala-gejala infeksi.

Toxoplasma Bisa Menjangkiti Ibu dan Janin

Bila Ibu sedang mengandung dan terjangkit toxoplasma, besar kemungkinan bayi yang dilahirkan, akan mengalami cacat atau mengalami keguguran.

Risiko bayi tertular infeksi toxoplasma semakin meningkat seiring dengan usia kandungan. Jika terinfeksi parasit toksoplasma pada usia trimester pertama kehamilan, maka risiko bayi tertular sebesar 15%, pada trimester ke dua sebesar 30%, dan 60% pada trimester ke tiga. Walaupun kemungkinan tingkat penularan pada akhir semester sangat besar, namun jika janin telah terinfeksi dari awal trimester kehamilan, infeksi akan semakin parah dan kemungkinan bisa terbawa seumur hidup.

Risiko penularan akan semakin rendah, bila Ibu terinfeksi beberapa bulan sebelum memasuki masa kehamilan. Para ahli kesehatan menyarankan, Jika Ibu mengetahui bahwa infeksi sudah terdapat pada tubuh, tunggulah selama enam bulan sebelum memutuskan untuk hamil, ketika infeksi sudah bisa ditangani. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here