Tumpukan akar kayu pasak bumi sepanjang satu meter yang dijual di pusat oleh-oleh Citra Niaga Samarinda.

Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Sejak ratusan tahun silam, masyarakat Dayak di Pulau Kalimantan telah memanfaatkan akar kayu pasak bumi (Eurycoma longifolia) sebagai obat untuk menjaga stamina tubuh mereka. Tidak itu saja pasak bumi juga dipercaya oleh orang-orang yang tinggal di Kalimantan sebagai obat herbal untuk menghilangkan sakit pinggang, meningkatkan gairah seksual, menambah kesuburan hingga mencegah penuaan dini pada kaum pria.

Menurut Haji Yusuf, salah seorang penjual oleh-oleh khas Kalimantan yang berdagang di Komplek Pertokoan Citra Niaga Samarinda, kayu pasak bumi yang dijual di pasaran biasanya sudah dalam bentuk potongan kecil berukuran 10 centimeter. Harganya pun sangat terjangkau berkisar Rp25.000-Rp35.000 per bungkusnya.

“Kita juga jual dalam bentuk batangan besar, namun jarang ada pembelinya. Sehingga dibuatlah paket hemat berisi sekitar 10 batang kecil yang lebih terjangkau,” ujarnya pada Poskaltim.com, Jumat sore (11/10).

Menurutnya, kayu pasak bumi di hutan-hutan Kalimantan persediaanya masih melimpah. Walaupun, di beberapa tempat yang dulunya banyak ditemui pohon pasak bumi telah berubah menjadi pemukiman penduduk. Selain, dalam bentuk potongan kecil, akar pasak bumi yang ukurannya besar, telah dibentuk seperti cangkir. Jadi pembeli tinggal menuangkan air panas dan meminumnya.

“Barang yang saya jual ini banyak juga yang dikirim dari Kalimantan Tengah. Tidak akar pasak bumi saja tetapi beberapa kayu seperti bajakah dan kayu kuning juga disuplai dari Kalteng. Kalau dari Kaltim, stoknya sedikit,” ucapnya.

Penggiat pariwisata Kaltim, Syafruddin Pernyata menunjukkan pohon pasak bumi yang memiliki banyak khasiat untuk stamina dan kebugaran pria.
Sementara itu, menurut pengamat wisata dan budayawan Kaltim, Syafruddin Pernyata, menjelaskan dinamakan pasak bumi karena pohon dengan daun mirip petai ini memiliki akar tunggang yang menghujam lurus ke dalam tanah. Untuk mencabutnya, kadang diperlukan tehnik khusus agar akar tidak patah dan mudah terangkat.

Di negara tetangga Malaysia, pasak bumi disebut sebagai tongkat Ali. Tanaman ini telah dimanfaatkan untuk campuran teh, kopi dan aneka minuman berkhasiat lainnya. Di Indonesia, pemanfaatannya masih sebatas obat herbal saja. Itupun hanya dengan cara merebus dan diminum air rebusannya. Berbeda dengan Malaysia yang telah mengolah akar pasak bumi ini menjadi campuran aneka makanan dan minuman, sehingga pasak bumi lebih bernilai ekonomis yang lebih tinggi.

Hingga kini belum ada pengusaha yang tertarik mengembangkan tanaman pasak bumi ini secara besar-besaran. Padahal khasiat dan kegunaannya sudah dibuktikan oleh orang-orang lokal untuk pengobatan. Begitupun dengan kajian ilmiah dan inovasi pada olahan makanan, akar kayu pasak bumi masih kalah pamor dengan ginseng dari Korea.

“Rasa air rebusan pasak bumi ini pahit. Makanya kurang diminati. Saya belum menemukan lagi misalnya, kapsul pasak bumi atau yang telah dikemas menjadi kapsul sehingga lebih praktis. Kalau orang-orang tua dulu sebelum ada pengobatan modern, mereka mengandalkan air rebusan pasak bumi untuk menjaga stamina mereka,” ucapnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here