Oleh: Yuliawan Andrianto

Indonesiainside.id, Samarinda — Puluhan dosen dari Institut Agama Islam Negeri dan Universitas Mulawarman Samarinda mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas dosen bersama mitra Tanoto Foundation. Pelatihan bagi dosen ini dianggap penting karena merekalah yang akan memberikan pengajaran pada guru.

Head of Teacher Training Institute Development Program PINTAR Tanoto Foundation, Bahris Salim mengatakan, ditunjuknya Provinsi Kaltim sebagai calon ibu kota negara pada tahun 2024 mendatang, harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan.

“Provinsi Kalimantan Timur jika ditetapkan sebagai ibu kota negara, (maka) SDM nya harus kuat. Dari pelatihan ini kita berharap anak-anak Kaltim itu harus berkualitas, harus dapat bersaing dengan siapapun yang datang ke Kaltim. Ketika menjadi ibu kota negara, kan siapapun bebas datang ke sini (Kaltim) untuk mencari pekerjaan,” ujarnya, usai memberikan pelatihan di Samarinda, Selasa (10/3).

Bahris melanjutkan untuk dapat bersaing dengan orang-orang dari luar daerah, maka sekolah dan kampus harus selalu terbuka dengan cara memberikan kebebasan berinovasi bagi guru dan dosen untuk berkreatifitas dalam mengajar.

“Kita tidak akan dapat menghasilkan anak-anak yang kreatif kalau guru dan dosen tidak kreatif. Kita tidak akan menghasilkan guru-guru yang kolaboratif, inovatif, komunikasinya bagus kalau dosennya tidak melakukan perubahan. Mengutip Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, kualitas pendidikan tidak akan melebihi gurunya,” tegasnya.

Pelatihan selama tiga hari ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmul dan Fakultas Tarbiyah IAIN, dengan pelatihan praktik, baik modul II manajemen berbasis sekolah dan budaya baca.

Pada modul II ini merupakan pengembangan dari modul I yaitu bagaimana meletakkan kerangka berpikir tersebut pada karakteristik tiap mata pelajaran. Mata pelajaran yang diterapkan dengan pendekatan pembelajaran aktif oleh Tanoto Foundation adalah kelas awal, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia pada tingkat SD dan MI dan IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris untuk tingkat SMP dan Madrasah Tsanawiyah. (YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here