Kegiatan Surabaya Cross Culture mendapatkan perhatian luar negeri hingga banyak peserta yang ingin turut bergabung.

Oleh: Jee Jaini / Yuliawan A

Poskaltim.com, Surabaya – International Council of Folk Arts (ICOFF) memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan Surabaya Cross Culture. Bahkan, ajang ini dinilai telah terkenal hingga ke luar negeri,
dan menarik minat negara lain untuk ikur serta.

President ICOFF, Said Rachmad mengatakan, begitu dewan internasional organisasi festival cerita rakyat dan seni rakyat ini mengabarkan tentang Surabaya Cross Culture, sambutannya sangat antusias. “Sebab festival ini sudah dikenal di luar negeri,” katanya, Minggu (21/7) sore.

Diungkapkan, ketertarikan mancanegara itu dibuktikan dengan kehadiran 13 negara. Menurut dia, sebetulnya banyak negara lain yang juga ingin bergabung. Namun keinginan itu memang tidak bisa semuanya ditampung.

“Banyak yang mau ikut, apalagi Surabaya sangat dipuji kebersihannya oleh orang luar,” lanjutnya.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Solok, Ratnawati. Ia mengatakan juga kagum melihat Kota Surabaya. Ia mengaku pertama kali ke Kota Pahlawan dan ingin kembali lagi untuk sharing informasi.

“Kami punya keinginan untuk kembali ke sini untuk sharing informasi tentang manajemen, pelaksanaan pemerintahan. Itu yang kami lakukan nanti di tahun 2020,” kata Ratnawati.

Menurutnya, selama ini dirinya sudah mendapatkan informasi tentang Surabaya. Begitu di ibu kota Jatim, dirinya pun menggunakan itu untuk melihat langsung tentang Surabaya.

Ratnawati menyatakan kebersihan, dan pedestrian yang ramah pejalan kaki patut diapresiasi. “Mulai kami turun dari bandara sampai hotel itu bersih sekali,” katanya kemudian.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here