Assisten Sekretaris Daerah Kabupaten Mahakam Ulu Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Chen Tek Hen Yohanes

Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terletak sangat jauh dari Ibu Kota Provinsi Kaltim, Samarinda. Letaknya bahkan berbatasan langsung dengan Negara Sabah, Malaysia. Untuk menuju ke kabupaten ini hanya dapat ditempuh menggunakan transportasi sungai dengan waktu lebih dari 15 jam.

Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Mahakam Ulu Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Chen Tek Hen Yohanes mengatakan harga komoditas pokok dan pangan di masyarakat pada dasarnya stabil dan masih dalam jangkauan daya beli masyarakat.

Pengeluaran masyarakat yang bisa memicu inflasi, kata Yohanes, justru pada jasa transportasi yang mahal, apalagi saat musim kemarau, disaat Sungai Mahakam lagi surut. Sekali perjalanan dengan kapal bermesin cepat (long boat) dari Ibu Kota Kabupaten Ujoh Bilang ke wilayah kecamatan lain bisa mencapai Rp1 juta.

“Supaya pengeluaran untuk transportasi tidak memicu inflasi, Pemkab Mahulu mensubsidi angkutan orang dan barang,” jelasnya, usai pertemuan dengan Pemprov Jawa Tengah yang difasilitasi oleh Bank Indonesia Kaltim, Rabu (16/10).

Menurut Yohanes, setiap tahun melalui APBD Mahulu dialokasikan subsidi transportasi barang dan orang. Tahun 2019 dialokasikan dana subsidi untuk angkutan bahan pokok dan pangan sebesar Rp2,5 miliar dan untuk orang sekitar Rp5 miliar.

“Totalnya Rp7,5 miliar. Lewat subsidi tersebut, harga komoditi pokok dan pangan tetap stabil,” ujarnya.

Ia berharap Pemprov Kaltim dan Pemerintah Pusat memberikan perhatian lebih pada pembangunan jalan darat dari Kabupaten Kutai Barat (Kubar) ke Ujoh Bilang. Saat ini, ujarnya, jalan darat telah dibangun tetapi kondisinya masih belum beraspal. Sehingga jika musim hujan, jalan ini tidak dapat dilalui kendaraan. (YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here