Mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak melayat ke rumah duka H Adji Sofyan Alex

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Tokoh dan salah satu putra terbaik Kaltim, H Adji Sofyan Alex, wafat di Rumah Sakit Abdul Wahab Syahranie Samarinda, pada Jumat (2/8) sore.

Sofyan Alex adalah sosok yang dikagumi karena kerap memberikan solusi terhdap sejumlah permasalahan di Kaltim. Pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pandan dan anggota DPRD Kaltim periode 2009-2014.

Penyakit stroke ringan menjadi awal turunnya kesehatan “si banteng tua” ini. Almarhum sebelumnya sudah sempat dirawat di rumah sakit AWS Samarinda. Setelah didiagnosa oleh dokter, ternyata terkena penyakit stroke ringan. Untuk memulihkan kesehatannya, keluarga membawa Sofyan Alex dibawa ke RS Gatot Subroto di Jakarata pada tanggal (2/7) lalu. Dirinya pun dirawat selama tiga hari dirumah sakit. Kondisinya sempat membaik dan dibawa ke Semarang untuk beristirahat di rumah salah seorang anaknya.

“Kita bawa ke Semarang memang niatnya untuk istirahat. Karena bapak harus rutin kontrol ke Jakarta,” ujar Prolita Fatmayanti, anak pertama Adji Sofyan Alex kepada awak media, Jumat (2/8).

Namun saat berada di Semarang, kondisi Sofyan sempat memburuk dan dibawa ke rumah sakit Siloam Semarang. Dari hasil pemeriksaan ditemukan banyak cairan lendir di leher almarhum. Untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, Sofyan Alex lalu dirujuk ke RS Kariyadi Semarang. Kondisi Sofyan pun sempat membaik bahkan bisa beraktifitas ringan.

Namun selang satu hari kondisi beliau kembali kritis setelah sebelumnya meminum jus dan duduk di sofa sambil menonton televisi.
“Kritisnya bapak itu pas beliau duduk di depan televisi habis meminum jus. Kami pikir beliau masih nonton, ternyata sudah tidak sadarkan diri dengan posisi terduduk,” ungkapnya.

Karena panik, pihak keluarga lalu membawa Sofyan kembali ke RS Kariyadi. Selama kurang lebih sembilan jam kondisi Sofyan kritis. Bahkan keadaan tekananan darahnya pun melemah. Saat sadar Sofyan berucap kepada anaknya untuk dibawa pulang ke Samarinda. Saat itulah pihak keluarga langsung membawa pulang almarhum karena dinilai sudah memiliki firasat akan tutup usia.

“Pas bapak bilang minta dibawa pulang itu saya ada firasat. Jadi kami langsung membawa beliau ke Samarinda,” tuturnya.

Namun saat diperjalanan almarhum malah membaik dan dalam kondisi yang cukup sehat. Namun sesampainya di Samarinda. Kondisi Sofyan kembali seperti saat berada di Semarang. Almarhum sempat dirawat selama dua hari mulai tanggal 1 hingga 2 Agustus.

Dokter pun mendiagnosis bahwa Sofyan mengidap penyakit pneumonia yaitu radang saluran pernafasan. Hingga akhrinya almarhum pun mengehembuskan nafas terakhirnya pada jam 15.10 Wita di rumah sakit AW Syahranie.

Sofyan meninggalkan satu orang istri, empat orang anak dan sebelas orang cucu. Bahkan menjelang akhir nafasnya. Almarhum sempat melakukan panggilan vide (video call) dengan salah seorang cucunya yang sedang berada di luar negeri. Hingga akhrinya meninggal dunia.

Awang Faroek yang merupakan mantan Gubernur Kaltim dan paman dari almarhum mengaku kagum dengan sosok penguasa lapangan ini. Menurut Awang tidak ada lagi sosok Kepala Dinas yang seperti Sofyan Alex. Karena dirinya tidak takut turun kelapangan untuk mengetahui kebutuhan para petani.

“Sosok yang hebat. Tidak ada lagi orang yang rajin dan gigih seperti Sofyan. Kita kehilangan salah satu tokoh Kaltim hari ini,” tutur Awang.

Sementara itu, Isran Noor yang juga melayat dirumah duka mengatakan sangat kehilangan dengan sosok Sofyan Alex. Terlalu banyak cerita dan kesan selama bersama almarhum, terlebih almarhum merupakan mantan pimpinan saat Isran menjadi PNS di Dinas Pertanian dulu.

“Sangat banyak kenangan. Semua sangat baik. Dirinya juga berpesan agar saya tidak mudah marah, jangan pura-pura pintar,” ungkap Isran Noor. (YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here