Gabungan Sopir Samarinda berunjukrasa meminta pihak kepolisian untuk memberantas mafia BBM jenis solar. Sering kosongnya solar di SPBU membuat para sopir truk pengangkut bahan material bangunan ini kesulitan untuk beroperasi.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Maraknya para pengetap bahan bakar jenis solar dan dugaan penyelewengan solar bersubsidi kepada perusahaan perkebunan dan pertambangan, membuat berang masyarakat yang menamakan diri Gabungan Sopir Samarinda, dan mengadukan persoalan tersebut ke Polres Kota Samarinda.

Aksi unjuk rasa yang melibatkan sekitar 300 orang dan membawa sedikitnya 100 truk ini, berjalan tertib dan lancar. Terlihat truk yang mereka bawa diparkir rapi disepanjang Jalan Slamet Riyadi depan Mapolres Kota Samarinda.

Aksi ini berlangsung sejak pukul 09.00 Wita dengan titik kumpul di lapangan polder Air Hitam dan truk-truk ini berkonvoi dengan tertib menuju Polresta Samarinda. Setelah beberapa saat menunggu akhirnya beberapa perwakilan dipersilahkan masuk dan melakukan diskusi.

“Kita berterima kasih karena pihak kepolisian sudah merespon dengan baik keluhan para sopir truk ini. Polresta Samarinda berjanji akan menindaklanjuti keluhan kita dengan membentuk call center dan menurunkan petugas untuk mengawasi SPBU,” ujar koordinator aksi, Edi Susanto, usai pertemuan dengan Wakapolres AKBP Dedi Agustono, di Polresta Samarinda, Kamis (11/7).

Laode, seorang sopir truk yang sehari-harinya mengakut berbagai macam material bahan bangunan berujar, jika dirinya kerap mendapati solar bersubsidi di SPBU habis. Jika solar untuk truk mereka kosong, mau tidak mau para sopir ini menggunakan jenis solar yang lebih mahal dan berujung pada pengeluaran lebih dan mengurangi pendapatan para sopir.

Menurut para sopir, mereka memiliki bukti bahwa solar di SPBU kerap diselewengkan baik dijual kepada pengetap maupun diselewengkan ke perusahaan dengan harga jual yang lebih mahal karena dari harga subsidi kepada harga non subsidi.

Sementara itu, Humas Polresta Samarinda, Danovan mengatakan pihak kepolisian akan melakukan pengawasan agar kelangkaan solar ini dapat dihentikan dan tidak dimainkan oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan semata.

“Kami akan segera melakukan penyelidikan, yang langsung ditangani langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Samarinda. Tiga hari sebelum aksi ini berlangsung, pihak kepolisian sudah turun ke lapangan melakukan pemantauan. Tetapi sejauh ini kami belum menemukan mafia yang bermain solar. Kami akan terus lakukan pemantauan dan pengawasan agar BBM solar ini lancar (distribusinya),” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here