SMAN Banua Kalsel Bilingual Boarding School langsung menerapkan pola pembelajaran daring kepada siswanya seiring dengan wabah virus corona.

Poskaltim.com, Banjarmasin – SMAN Banua Kalimantan Selatan Bilingual Boarding School langsung menerapkan pola pembelajaran daring atau e-learning kepada siswanya seiring dengan wabah virus corona. Pembelajaran ini berlangsung dengan lancar karena telah ada pembekalan.

Meningkatnya status “Siaga Darurat Covid-19” menjadi “Tanggap Darurat Covid-19” berdampak pada proses belajar mengajar siswa di sekolah dengan melakukan proses pembelajaran di rumah atau secara daring. Termasuk kegiatan belajar mengajar semua satuan pendidikan di bawah pembinaan Disdikbud Kalsel.

Menyikapi hal tersebut, SMAN Banua mengambil langkah cepat dengan memajukan jadwal hari terakhir USBK (ujian sekolah berbasis komputer) Kelas 12 untuk mata pelajaran fisika serta prakarya dan kewirausahaan.

SMAN Banua segera memulangkan semua siswa-siswinya pada hari yang sama dengan dikeluarkannya nota dinas sekolah perihal pemberitahuan perubahan sistem pembelajaran di mana tidak ada aktivitas pembelajaran di sekolah mulai tanggal 23 Maret sampai 5 April 2020 disertai dengan penekanan agar peserta didik SMAN Banua tetap melakukan social distancing seperti yang telah dihimbau sebelumnya.

Pembelajaran dan pembinaan bagi siswa dan siswinya dengan metode online learning atau e-learning menjadi kesempatan yang tidak ingin dilewatkan oleh SMAN Banua. Pihak sekolah juga memberikan panduan kegiatan peserta didik di rumah selama proses pembelajaran daring ini agar bisa menjalankan jadwal kegiatan yang telah disusun dengan harapan proses pendidikan di sekolah dan asrama masih bisa dilanjutkan.

“Kami berikan panduan selama belajar di rumah agar hasilnya maksimal,” kata Kepala Sekolah SMAN Banua, Tupan, M.Pd, Sabtu, (28/3).

Aplikasi yang digunakan adalah situs pertemuan tatap muka daring “Zoom”. Perbedaan akses internet dan sarana yang dimiliki peserta didik yang satu dengan yang lain tak luput dari pertimbangan matang yang dilakukan sekolah.

Pihak sekolah juga memberikan beberapa alternatif jika siswa tidak bisa atau kesulitan mengakses situs pertemuan tatap muka daring “Zoom” dengan menggunakan Google Classroom atau Grup WhatsApp sebagai gantinya untuk masing-masing mata pelajaran.

Selain memberikan berbagai tugas mata pelajaran, guru juga mewanti-wanti anak didiknya agar melakukan physical distancing selama di rumah.

Sekolah juga terus konsisten menggalakkan kegiatan literasi dengan adanya “Literacy Time” di mana siswa dan siswi disediakan bahan bacaan yang direkomendasikan setiap harinya. Selain membaca, mereka juga bisa menulis artikel selama kegiatan ini.

“Tidak hanya itu, pengawasan dan pembinaan juga tetap dilakukan oleh guru dan para pembina asrama agar peserta didik tetap semangat dan tidak jenuh selama masa #dirumahaja ini dengan tetap berkomunikasi dan mengadakan diskusi serta seminar motivasi online,” sambungnya.

Peran serta orang tua tentu sangat dibutuhkan untuk mengontrol, membimbing, dan mengarahkan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan di rumah. Sambutan positif ditunjukkan oleh orang tua sehubungan dengan pelaksanaan online learning ini.

“Menurut kami sebagai orang tua, dengan adanya pembelajaran daring ini Alhamdulillah sangat membantu kelancaran kelanjutan pembelajaran siswa. Selama di rumah siswa tidak ketinggalan pembelajaran dan bisa mengisi waktunya untuk tetap stay di rumah dengan belajar dan kegiatan yang tidak membuat jenuh” tutur Nia, orang tua murid kelas 10.

Para peserta didik juga mengaku mendapatkan manfaat dari belajar secara daring. “Menurut saya e-learning yang diterapkan SMAN Banua sangat bermanfaat karena dapat mengisi waktu luang di rumah pada saat karantina dan tentu saja hal ini mendatangkan banyak manfaat seperti mengurangi kecanduan bermain dan hal-hal yang kurang bermanfaat,” kata Ilham, siswa kelas 10.

Menurutnya, jarak tidak mematahkan semangat para guru dalam membagi ilmunya, hal ini dibuktikan dengan adanya pembelajaran menarik setiap harinya dengan menerapkan berbagai metode pembelajaran agar materi yang diberikan mudah dipahami.

Hal yang senada ditambahkan oleh Dipa, menurutnya e-learning yang diterapkan oleh SMAN Banua sangat membantu. Setiap hari hampir selalu ada pertemuan online, yang membuat kita jadi lebih leluasa berinteraksi dengan guru jika ada materi yang kurang dipahami.

“Keterbatasan waktu yang diberikan nyatanya tidak membuat semangat kita turun, bahkan setiap ada notifikasi di Google Classroom, sesegera mungkin dibuka supaya tidak ketinggalan info. Guru-gurunya juga selalu aktif memberikan materi dan siap membantu jika ada kesulitan,” katanya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here