SMP Negeri 1 Balikpapan dan SMA Negeri 1 Balikpapan. masih menjadi paforit orang tua dalam memburu sekolah berkualitas. Padahal pemerintah telah menerapkan sistem zonasi dan mengakhiri masa sekolah favorit

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020, ribuan peserta lulusan SD, SMP dan SMA/SMK berebut masuk ke sekolah pilihannya. Dan beberapa sekolah dikawasan Gunung Pasir, Kelurahan Telaga Sari masih menjadi favorit bagi pelajar maupun orang tua. Hal ini berdasarkan pantauan Poskaltim.com di SMP Negeri 1 Balikpapan dan SMA Negeri 1 Balikpapan.

Meski sudah ada jalur zonasi rupanya tidak menyurutkan naimo masyarakat untuk berebut masuk sekolah favorit tersebut. Meski peluang untuk mengenyam pendidikan di bangku favorit ini sudah terbilang sangat kecil. Untuk diketahui, kuota zonasi pada tahun 2019 ini lebih besar jika dibandingkan jalur lintas zonasi.

Yeyen orang tua murid yang mendaftarkan anaknya di SMA Negeri 1 mengatakan, dirinya terbantu dengan adanya jalur zonasi ini, pasalnya dirinya bisa menyekolahkan sang anak yang lokasi rumah dan sekolahnya yang berdekatan. Selain itu juga SMA Negri 1 yang memang merupakan sekolah favorit menjadi tujuan bagi para pelajar.

“Alhamdulillah terbantu dengan adanya sistim zona ini. Apa lagi kan SMA 1 ini pastinya banyak anak dan orang tua yang bersekolah disini,” ujarnya.

Lain halnya dengan Joni warga Balikpapan Utara, dirinya sengaja memilih lintas zona untuk mencobaperuntungan menyekolahkan anaknya di SMA Negeri 1 ini. Joni percaya diri lantaran nilai sang anak yang cukup memuaskan saat lulu SMP.

“Saya mau coba lintas zona dulu, karena nilai anak saya ini bagus. Kalo memang tergeser karena ranking ya mau gak mau saya pindah menggunakan jalur zoan didekat rumah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Muhaimin mengatakan, kedepannya tidak akan ada lagi sekolah favorit di Balikpapan. Dan semua sekolah yang ada akan sama rata baik dari sisi kualitas dan pendidikannya. Olehnya, system zonasi ini sangat tepat diterapkan di Balikpapan.

“Kan kita sudah terapkan selama tiga tahun belakangan ini, semua enggak ada masalah kok. Adanya zonasi ini kan untuk pemerataan kualitas pendidikan di Balikpapan. Jadi kedepan enggak ada lagi sekolah favorit,” jelasnnya.

Lanjut Muhaimin, memang setiap angkatan lulus sekolah baik SD maupun SMP tidak semuanya bisa tertampung disekolah negeri yang ada di Balikpapan, dan tahun ini tercatat ada 11.087 lulusan SD sedangkan daya tampung SMP Negeri hanya 6.000 sehingga aka nada 60 persen siswa SD yang bersekolah di swasta.

Sedangkan data untu lulusan SMP tahun ini ada 10.330 siswa dan daya tampung SMA/SMK negeri dibalikpapan hanya 5.500 siswa, dan sisanya yang sekolah swasta ada sekitar 43 persennya.

“Kan dari dulu memang kita yang negeri ini tidak bisa menampung 100 persen lulusan ke sekolah negeri. Pasti ada siswa yang bersekolah di swasta. Kita terbantu sama orang tua yang memiliki pemikiran memasukkan ke sekolah swasta yang dianggap pendidikannya lebih baik,” ujar Muhaimin.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here