Oleh: Nurcholis / Yuliawan A

Poskaltim.com, Canverra – Pemerintah Australia akan memblokir akses ke situs web yang mengandung unsur kekerasan dan bahaya ekstrem. Perdana Menteri Scott Morrison, Menteri Dalam Negeri Peter Dutton dan Menteri Komunikasi dan Keamanan Cyber Paul Fletcher mengumumkan masalah ini pada hari Ahad (25/8).

Selain itu, kerangka kerja untuk pencegahan konten yang mengandung unsur kekerasan akan dibuat, seperti yang direkomendasikan oleh satuan tugas untuk memerangi terorisme dan materi online ekstrem.

Morrison mengatakan langkah baru itu akan mencegah warga Australia dari terkena peristiwa kekerasan seperti serangan Christchurch.
Australia meluncurkan upaya untuk mendeteksi raksasa teknologi yang telah mendistribusikan konten kekerasan sejak serangan Christchurch pada bulan Maret.

Dalam insiden itu, pria Australia, Brenton Tarrant, menyerang dua masjid yang menewaskan 51 orang.

“Insiden mengejutkan di Christchurch menunjukkan bagaimana platform digital dan situs web dapat dieksploitasi untuk menyebarkan terorisme,” katanya dalam sebuah pernyataan pers dikutip Reuters.

Pemerintah sebelumnya telah mengesahkan undang-undang yang memungkinkan raksasa teknologi seperti Facebook, Google dan Twitter dipenjara hingga tiga tahun jika platform mereka gagal menghilangkan “materi yang kejam dan kejam” secepat mungkin.

Dutton mengatakan koalisi Partai Liberal Nasional saat ini akan terus mengambil tindakan tegas untuk memastikan bahwa setiap konten yang memiliki unsur kekerasan langsung tidak memiliki tempat di Australia. (YAN/ INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here