Oleh: Azhar AP / Yuliawan A

Poskaltim.com, Manokwari – Sebanyak 381 personel Brimob yang semula diperbantukan di Provinsi Papua Barat digeser ke Nabire, Papua, untuk memperkuat pengamanan di daerah tersebut. Pihak kepolisian dibantu aparat TNI terus memetakan pengamanan untuk mencegah terjadinya aksi anarki.

Dari 13 satuan setingkat kompi (SSK) personel Brigade Mobil (Brimob) yang diperbantukan ke Papua Barat saat ini tersisa 9 SSK. Pasukan bawah kendali operasi tersebut dioptimalkan untuk memulihkan situas.

Pasukan Brimob didatangkan ke dua provinsi tersebut dari berbagai daerah di wilayah timur dan tengah.
“Saat ini personel BKO yang ada di Papua Barat tersisa 875 orang, 381 sudah digeser ke Nabire. Mereka diberangkatkan kemarin ke Nabire,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Barat AKBP Mathies Krey di Manokwari, Ahad (1/9).

Di Fakfak, pasukan BKO yang ditempatkan sebanyak 197 personel, Manokwari 378 personel, dan Sorong 300 personel. Mereka berasal dari sejumlah Polda di wilayah tengah dan timur seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Kalimantan Timur.

Ia mengutarakan, situasi keamanan di Papua Barat saat ini sudah jauh lebih baik. Arus lalu lintas berjalan lancar baik darat maupun laut. Masyarakat pun sudah kembali beraktivitas seperti biasa.

Kabid Humas berharap, setuasi ini terus berlanjut sehingga masyarakat lebih nyaman untuk beraktivitas. Begitu pula aparat pemerintah dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat.(YAN/INI Network)

“Kita sudah aman, di Manokwari, Sorong dan Fakfak. Seluruh aktivitas sudah berjalan, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan serta layanan kesehatan. Kita jaga sama-sama agar situasi seperti ini terus berlanjut,” sebutnya lagi.

Meskipun personel BKO di Papua Barat berkurang, Polda Papua Barat optimistis situasi keamanan di Manokwari, Sorong, Fakfak serta daerah lain yang sempat terjadi aksi akan segera pulih.

Menurutnya, personel pengamanan di daerah itu cukup. Polri dibantu TNI dalam untuk mengamankan Papua Barat.

“Pasukan TNI jumlahnya tidak sedikit, dan mereka siap turun kalau sudah ada komando. Kita jalan sama-sama untuk mendorong Papua Barat pulih,” ujarnya.

Selain mempertebal kekuatan, kata Krey, Polda bersama Kodam XVIII/Kasuari serta pemerintah daerah terus melakukan penggalangan terhadap para tokoh adat, masyarakat, pemuda, agama serta tokoh perempuan. Selain mencegah aksi rusuh susulan, itu dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan keamanan.

“Masyarakat tentu cukup trauma terhadap aksi tanggal 19 di Manokwari, 19 dan 20 di Sorong serta 21 di Fakfak. Begitu pula aksi di Jayapura baru-baru ini. Maka kita hadir untuk memberi rasa aman, rasa nyaman sehingga masyarakat bisa beraktivitas tanpa was-was,” katanya. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here