Oleh: Achmad Syaiful / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jayapura – Kepolisian Daerah (Polda) Papua terpaksa menangkap sekitar 300 mahasiswa yang menyerang petugas kepolisian saat berunjuk rasa di lingkungan Auditorium Universitas Cenderawasih, Jayapura, Senin (23/9).

Penangkapan ratusan mahasiswa ini berkaitan dengan insiden penyerangan terhadap aparat keamanan di Expo, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua. Insiden ini menyebabkan satu prajurit TNI meninggal dunia, sementara enam anggota Brimob mengalami luka berat.

“Ada kurang lebih 300 mahasiswa yang berunjuk rasa ditangkap. Mereka saat ini diamankan di Markas Brimobda Papua untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara, Senin (23/9).

Kamal mengklaim situasi di wilayah Expo, Waena, Kota Jayapura kondusif pascapenangkapan ratusan mahasiwa. “Situasi sudah kondusif pascapenangkapan mahasiswa sekitar pukul 13.00 WIT,” terangnya.Insiden penyerangan terhadap aparat keamanan, Kamal memaparkan, berawal dari negosiasi antara Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav R. Urbinas dengan koordinator mahasiswa saat berada di Auditorium Uncen Bawah Jayapura.

Dari negosiasi, mahasiswa bersedia diantar pulang menggunakan 11 truk ke wilayah Expo, Waen, sekitar pukul 11.00 WIT. Namun setibanya, mahasiswa melakukan penyerangan terhadap anggota TNI dan Brimob yang berada di sekitar kawasan Expo.“Tujuan Expo adalah permintaan adik-adik mahasiswa. Mereka meminta diturunkan di Jembatan Expo,” katanya.

Mantan Wakapolresta Depok ini menambahkan, pihaknya belum melakukan identifikasi untuk korban dari warga sipil. “Dari warga sipil belum tahu secara kumulatif, masih dilakukan identifikasi,” ujar Kamal.

Sebelumnya diberitakan, bentrok terjadi antara aparat keamanan TNI-Polri dengan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di kawasan Expo, Waena, Kota Jayapura, Senin (23/9) siang.

Bentrokan ini menyebabkan satu prajurit TNI gugur akibat diserang mahasiswa. Korban merupakan prajurit Yonif 751 Raider bernama Praka Zulkifli. Dia meninggal akibat luka bacok pada bagian kepala. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here