Anak-anak Taman Bacaan Iqro Kelurahan Lempake Samarinda memamerkan hasil karya mereka berupa seni melipat kertas kokoru

Oleh : Mashardiansyah

Poskaltim.com, Samarinda — Sambil menunggu waktu berbuka puasa, selain membaca ayat suci Al Quran, ada pula yang mengisi waktunya dengan hal yang positif lainnya. Seperti yang dilakukan oleh anak-anak Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Iqro yang berada di Kelurahan Lempake, dengan membuat kartu tiga dimensi berbahan kertas kokoru.

Bagi anak-anak, menunggu berbuka puasa dengan bermain, memang menjadi pilihan. Dalam kegiatannya anak anak dikenalkan dengan mengasah kreatifitas dengan mengelola sebuah kertas menjadi hal menarik. Hal ini juga salah satu cara menjauhkan anak-anak dari kebiasaan memegang hand phone.

Cara membuat kartu tiga dimensi, dari bahan dan peralatan sangat sederhana dan mudah ditemukan, antara lain kertas kokoru, lem perekat dan juga gunting.

Selain mendapatkan hasil yang menarik, kerajinan tangan dari kertas yang dilipat, digunting dan direkatkan, ternyata bukan hanya bermanfaat dalam menghasilkan karya seni. Lebih jauh, kegiatan ini memiliki efek positif terhadap kesehatan psikologis anak.

Seni melipat kertas kokoru menjadi kegiatan nanak-anak menjelang berbuka puasa dan membiasakan anak untuk tidak bergantung dengan telepon genggam
“Di Jepang, banyak orang yang memanfaatkan waktu luang mereka dengan berkreasi melipat kertas untuk menciptakan bentuk-bentuk artistik. Tanpa disadari, kegiatan ini ternyata membuat mereka merasa lebih santai,” jelas Rachmawati, Pengelola TBM Iqro Lempake, Minggu (12/5).

Rachmawati menambahkan bahwa hal yang sama juga dialami sebagian orang yang menggeluti seni kerajinan tangan menggunakan kertas selain origami dan lain-lain. Seni melipat kertas dapat membuat seseorang menjadi santai dan lebih kreatif.
Dalam kegiatan ini Rachmawati berharap ke depannya anak-anak mampu menggali kemampuan diri lewat aneka kreatifitas yang mereka miliki. Apapun itu bentuknya, menurutnya potensi anak harus digali dan didukung oleh orang tua agar anak bisa mengekspresikan diri mereka seperti apa yang mereka inginkan.

“Kegiatan ini berlangsung sekitar kurang lebih 3 jam, namun anak – anak terlihat sangat menikmati bahkan lupa akan waktu, semua anak senang dan semua sibuk menghiasi kokoru versi mereka masing – masing, yang nantinya karya mereka dapat dibawa pulang,” ujarnya.(MSD/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here