Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace)

Oleh: Hari Santosa / Yuliawan A

Poskaltim.com, Denpasar – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengatakan dalam era teknologi sector pertanian memerlukan sentuhan milenial agar sector ini dapat sejajar dengan sekto pariwisata.

Lanjut Cok ace, palagi khusus di Bali agrikultur berbentur dengan industri pariwisata yang memang digandrungi sebagian besar masyarakat Bali. Di sinilah menjadi tantangan terbesar pemerintah beserta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali agar bisa sejajar dengan pariwisata.

“Sebenarnya di Bali ini pasar ada, permintaan untuk bahan pertanian cukup besar, tinggal bagaimana kita menyambut permintaan tersebut,” ujarnya kemarin saat menerima kunjungan HKTI.
Misalnya, di industri pariwisata permintaan akan produk pertanian cukup besar, apalagi sejak pemerintah sudah mengeluarkan Pergub 99 tahun 2018 tentang Pemasaran Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, di sinilah petani bisa menyambut baik dengan menyuplai berbagai macam produk pertanian.

Di samping itu Ia melanjutkan jika hasil pertanian Bali tidak kalah dengan hasil import, apalagi industri makanan Bali. “Anggap saja industri anggur kita yang tidak kalah bagusnya dengan produk import. Harusnya petani anggur bisa ambil bagian dengan menyupali anggur segar. Selain itu menjadi tugas pemerintah juga untuk mensejajarkan produk-produk kearifan lokal Bali. Misalnya, kenapa harga sake dan arak Bali di restoran bintang lima bisa beda? Harusnya kita bisa mensejajarkan hal itu,” imbuhnya.

Ia menambahkan, peranan anak muda di bidang pertanian sangat diperlukan. “Sentuhan milenial bisa menambah nilai jual pertanian kita. Anggap saja produk-produk pertanian kita diberi packaging yang menarik, itu bisa menambah nilai jual untuk wisatawan dan hotel juga,” bebernya.

Jadi dalam kesempatan tersebut Wagub Cok Ace menekankan ingin mengubah paradigma petani yang kumuh dan lusuh menjadi pertanian modern.

Jika hal itu bisa diterapkan ia yakin bahwa permasalahan alih fungsi lahan yang marak di Bali bisa dikurangi. “Tiap tahun sekitar 1.000 ha lahan pertanian kita beralih fungsi. Jika sistem pertanian modern bisa diintensifkan, saya yakin hal tersebut bisa diatasi,” Jelas Wagub Cok Ace. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here