Kepala Disdikbud Kota Balikpapan Muhaimin mengatakan, pihaknya akan segera menyebarkan surat edaran ke sekolah-sekolah terkait batasan harga jual-beli seragam sekolah.

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan telah menerapkan regulasi untuk harga seragam yang dijual di setiap sekolah. Peraturan ini bertujuan untuk menyeragamkan harga seragam yang dijual di setiap koperasi yang ada di sekolah pada tiap tahun ajaran baru.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan Muhaimin mengatakan, pihaknya akan segera menyebarkan surat edaran ke sekolah-sekolah terkait batasan harga jual-beli seragam ini.

“Kami akan seragamkan harga semua peralatan dan seragam yang dijual di sekolah,” ujar Muhaimin, Senin (15/7).

Muhaimin menegaskan, bahwa tidak ada kewajiban bagi orangtua siswa baru untuk membeli seragam di sekolah. Kebijakan ini sudah diberlakukan sejak 2016 lalu. Dan orang tua diperbolehkan membeli seragam di luar sekolah, kecuali atribut khusus yang tidak dijual diluar sekolah seperti seragam batik dan olahraga serta atribut lokasi sekolah.

“Orangtua boleh membeli di luar sekolah, seperti seragam merah-putih, biru-putih, ataupun putih-putih, tidak ada kewajiban membeli di sekolah,” tegas Muhaimin.

Kendati demikian, Disdikbud juga tidak melarang sekolah untuk menjual seragam di koperasi sekolah selama tidak memaksakan orang tua untu membeli.

“Tapi sekolah juga diperbolehkan menjual seragam itu, hanya sifatnya yang memaksa tidak dibolehkan,” terangnya.

Lanjut Muhaimin, dalam menentukan harga dari tiap peralatan dan seragam sekolah yang diperjualbelikan di sekolah, Disdikbud Balikpapan melibatkan seluruh elemen sekolah untuk membahasnya. Untuk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) pihaknya melibatkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di tingkat Sekolah Dasar.

Hal ini dilakukan agar untuk membuat harga seragam yang diperjual belikan di sekolah menjadi sama dan tidak memberatkan orang tua siswa. Sekolah juga dilarang menjual seragam secara paket dengan harga total. Sekolah harus menjual seragam secara satuan, sehingga harga yang diterapkan dapat dipantau berdasarkan aturan yang telah ditetapkan.

“Sekolah tidak boleh memberi totalan semua yang harus dibayar. Orangtua memiliki kebebasan untuk memilih membeli seragam di mana,” terangnya.

Muhaimin menambahkan, pihaknya telah membuat edaran ke sekolah untuk menjual batik khas Balikpapan. Batik khas Balikpapan akan dijadikan seragam batik siswa yang akan dipakai pada hari Kamis.

“Untuk batik ada dua, yaitu batik sekolah dan batik Kota Balikpapan. Selain itu, juga ada seragam olahraga dan beberapa atribut seperti topi, badge, maupun dasi. Untuk harga atribut tersebut juga sudah harus sesuai verifikasi Disdikbud,” ujarnya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here