Sebanyak 2.327 jiwa di Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara menjadi kawasan paling perah diterjang banjir sejak lebaran kedua hingga Minggu malam (9/6).

Oleh : Yuliawan Andrianto

Poskaltim.com, Samarinda — Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara menjadi kawasan paling parah terdampak banjir sejak lebaran hari kedua, Hari Kamis (6/6) hingga Minggu tanggal 9/6/2019. Tercatat sebanyak 2.327 jiwa harus bertahan di rumah masing-masing atau mengungsi ke rumah sanak keluarga karena air menggenangi rumah dan jalanan lingkungan mereka.

Banjir semakin tinggi manakala pada Minggu tengah malam, hujan turun dengan derasnya hingga pada Minggu, yang menyebabkan Kecamatan Samarinda Utara lumpuh total dan listrik harus dipadamkan. Sementara beberapa bagian lain dari Kota Samarinda masih dapat terbebas dari banjir.

Hujan sejak Minggu dini hari tersebut, tidak hanya merendam warga Bengkuring yang telah merasakan rumah mereka tergenang air sejak lebaran kedua, namun banjir meluas hingga ke Kelurahan Gunung Lingai, Mugirejo, Lempake, dan sekitarnya.

“Ketinggian air yang sempat setinggi setengah meter pada Sabtu, mulai surut dan kembali naik pada Minggu pagi akibat hujan yang turun sejak tengah malam. Selama tiga hari kami masih dapat bertahan di rumah masing-masing. Namun pada malam ini sepertinya harus meninggalkan rumah karena air sudah setinggi dada orang dewasa,” ujar Ibu Hafsah yang tinggal di Jalan Pakis Merah, Minggu malam (9/6).

Ketinggian air yang mencapai 150 Centimeter membuat warga Komplek Bengkuring mulai dievakuasi ke rumah sanak keluarga mereka karena ketinggian air sudah sangat mengkhawatirkan
Sementara itu Koordinator Unit Badan Pencarian dan Pertolongan (SAR) Samarinda, Dede Hariana dalam laporannya kepada Kepala Kantor Pencarian & Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan, Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Kaltimra) menjelaskan, pada pukul 07.20 Wita diterima laporan bahwa banjir sudah meluas sejak pukul 06.00 Wita. Koordinat banjir ini yaitu pada : S 0°27’18.7704″ E 117°9’21.1932″ dengan radius terdampak estimasi -/+ 2- 3 Kilometer.

Jumlah kepala keluarga terdampak banjir pada pukul 06.00 Wita sekitar 735 KK dengan jumlah jiwa 2.327. Penyebab banjir adalah hujan deras dan air anak Sungai Karang Mumus yang sedang pasang. Korban jiwa nihil. Sejak pagi Tim BPBD Kota Samarinda, TRC dan Relawan Kota Samarinda, dan masyarakat sudah mendapatkan bantuan.

“Sore hari sekitar pukul 14.48 Wita tim juga juga sudah bergerak mengevakuasi sejumlah ibu-ibu, anak-anak dan bayi dari zona toga Wilayah Jalan Pemuda yang yang terjebak di rumah masing-masing,” kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Kaltimtara, Octavianto.

Kawasan yang terdampak banjir di Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara sejak Kamis tanggal 6/6/2019 hingga hari Minggu (9/6), yaitu . Perum Puspita RT 25 (Jumlah KK 10, Jumlah Jiwa 35), Perum Puspita RT 26 (Jumlah KK 15, Jumlah Jiwa 54), Jalan Kestela RT 51 (Jumlah KK 15, Jumlah Jiwa 68), Jalan Kestela RT 35 (Jumlah KK 55, Jumlah Jiwa 135) dan Jalan Asparagus RT 36 (Jumlah KK 179, Jumlah Jiwa 451)

Sementara itu, di Jalan Terong 1 s/d 6 RT 37 (Jumlah KK 124, Jumlah Jiwa 435), Jalan Terong Pipit 1 s/d 12 RT 38 (Jumlah KK 103, Jumlah Jiwa 434), Jalan Pakis Aji 1 s/d 6 RT 46 (Jumlah KK 30, Jumlah Jiwa 110), Jalan Selada RT 40 (Jumlah KK 25, Jumlah Jiwa 51), Jalan Pakis Merah RT 44 (Jumlah KK 35, Jumlah Jiwa 103), Jalan Bayam RT 47 (Jumlah KK 27, Jumlah Jiwa 80), dan Jalan Bayam RT 49 (Jumlah KK 32, Jumlah Jiwa 78).

Sedangkan warga di Jalan Pakis Merah RT 45 (Jumlah KK 25, Jumlah Jiwa 79), Perum Griya Mukti RT 50 (Jumlah KK 35, Jumlah Jiwa 116), dan Perum Bumi Sempaja RT 01 (Jumlah KK 25, Jumlah Jiwa 98), serta warga di Jalan Juanda Samarinda dan Jalan AW. Syahranie, hingga berita ini dibuat masih dalam pendataan.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here