Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2019, Satuan Tugas (Satgas) Pangan baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten kota, semakin gencar setiap harinya melakukan pemantauan ketersediaan bahan pokok, serta memantau harga komoditas kebutuhan pokok. Sejauh ini, dari hasil pemantauan baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, stok bahan pangan seperti beras, daging, ikan, sayur-mayur, minyak goreng, gula masih mencukupi.

“Dari pantauan sejauh ini (bahan pokok) mencukupi tidak kekurangan,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kaltim, Kombes Pol Budi Suryanto, Selasa (21/5).

Budi mengakui, hanya saja beberapa waktu lalu barang-barang tertentu seperti bawang putih mengalami kenaikan hampir di seluruh wilayah Kaltim, yang di mana harganya sampai menyentuh Rp100.000 per kilogramnya.

“Kemarin sudah didroping bawang putih dan merah, ada 200 ton sudah masuk ke Kaltim. Dan kami sarankan dibagi ke kabupaten/kota. Bisa dilihat terjadi penurunan harga bawang putih, tadinya Rp100.000 sekarang sudah Rp30.000 sampai Rp50.000 per kilogram. Dampaknya sudah sangat terasa dan signifikan,” jelasnya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kaltim, Kombes Pol Budi Suryanto
Sementara itu, menjelang lebaran, harga daging sapi diprediksi akan mengalami lonjakan. Ia menyebutkan harga daging memang berbeda, antara daging segar maupun daging beku. Saat ini harga daging segar antara Rp120.000 hingga Rp130.000 per kilogram. Sementara daging beku harganya antara Rp60.000 sampai Rp80.000 per kilogram.

“Daging di sini ada kenaikan tapi tidak terlalu signifikan, menjelang lebaran, tapi yang jelas kenaikan ini tidak adanya kartel atau penumpukan yang dilakukan importir atau distributor daging,” jelasnya.

Lanjut Budi, pihaknya tidak akan tinggal diam jika ditemukan adanya kartel yang dilakukan oleh distributor daging. “Jika ditemukan harga naik secara signifikan dan ditemukan indikasi kartel baru kami lakukan tindakan tegas,” ujarnya.

Masyarakat juga diminta untuk memberikan informasi kepada pihak kepolisian, jika ada para spekulan yang menumpuk barang dengan tujuan mencari keuntungan besar. Informasi tersebut nantinya akan ditindak lanjuti dan Satgas Pangan akan melakukan penindakan.

“Sudah menjadi hukum ekonomi, ketika permintaan meningkat, barang sedikit harga pasti naik. Tapi perlu diidentifikasi lagi di mana titik lemahnya, apakah hambatan transportasi atau memang barangnya yang dikirim sedikit. Selama tidak ada kartel kami harap tidak ada kenaikan harga,” harapnya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here